Jabar Mau Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, Bagaimana Nasib Warga Betawi Bekasi-Depok?

Redaktur author photo

inijabar.com, Kota Bandung – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda kembali mengemuka setelah seluruh fraksi di DPRD Jawa Barat menyatakan persetujuan untuk membawa usulan tersebut ke tahapan legislasi berikutnya.

Usulan ini disebut sebagai upaya memperkuat identitas sejarah dan budaya Sunda. Namun, di balik semangat pelestarian budaya tersebut, muncul pertanyaan dari sejumlah kalangan mengenai posisi masyarakat non-Sunda yang selama ini menjadi bagian dari Jawa Barat, terutama masyarakat Betawi di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok.

Masyarakat Betawi Bekasi dan Depok Jadi Sorotan

Secara historis dan kultural, sebagian wilayah Bekasi dan Depok memiliki akar budaya Betawi yang kuat. Tradisi, bahasa, kesenian, hingga adat-istiadat masyarakat di kawasan tersebut banyak dipengaruhi budaya Betawi, bahkan sebelum terbentuknya Provinsi Jawa Barat.

Karena itu, muncul pertanyaan apakah perubahan nama menjadi Tatar Sunda benar-benar mampu merepresentasikan seluruh identitas budaya masyarakat Jawa Barat yang sangat majemuk.

Sejumlah pengamat menilai perubahan nama seharusnya tidak hanya mempertimbangkan aspek historis Sunda, tetapi juga memperhatikan keberadaan komunitas budaya lain seperti Betawi, Cirebon, maupun masyarakat pendatang yang telah lama menjadi bagian dari Jawa Barat.

Akankah Bekasi dan Depok Bergabung dengan Jakarta?

Wacana lain yang ikut mencuat adalah kemungkinan wilayah yang didominasi budaya Betawi, seperti Bekasi dan Depok, bergabung dengan Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Namun hingga saat ini, tidak ada pembahasan resmi dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mengenai pemekaran atau perpindahan wilayah tersebut. Perubahan nama provinsi tidak otomatis mengubah batas administrasi maupun status pemerintahan daerah.

Meski demikian, isu ini diperkirakan akan menjadi bagian dari diskusi publik apabila perubahan nama Tatar Sunda terus bergulir.

Tokoh Betawi: Jangan Sampai Ada Budaya yang Merasa Ditinggalkan

Tokoh Bekasi HK.Damin Sada mengatakan, mayoritas masyarakat Bekasi adalah suku betawi. Maka itu, kata dia, jika Provinsi Jawa Barat berganti nama menjadi Provinsi Tatar Sunda. Sudah selayaknya Bekasi diusulkan bergabung ke dalam Provinsi Jakarta.

"Jadi kami pun akan mengusulkan Bekasi kembali bergabung ke Jakarta atau membuat provinsi sendiri,"ujarnya dikutip dari tayangan video yang dipublishnya.

Pria yang akrab disapa Baba Damin Sada ini menyatakan, jika Bekasi bergabung dengan Jakarta maka beban Provinsi Jabar pun berkurang. 

Pemerintah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan seluruh unsur masyarakat, termasuk komunitas Betawi di Bekasi dan Depok, agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan kesan eksklusif terhadap satu identitas budaya.

Perlu Kajian Menyeluruh

Perubahan nama provinsi bukan sekadar pergantian nomenklatur, melainkan menyangkut identitas, sejarah, administrasi pemerintahan, hingga rasa memiliki seluruh masyarakat.

Karena itu, DPRD Jawa Barat diharapkan melibatkan akademisi, budayawan, tokoh Betawi, tokoh Cirebon, organisasi masyarakat adat, serta pemerintah pusat sebelum mengambil keputusan final.

Dengan demikian, jika perubahan nama menjadi Tatar Sunda benar-benar terwujud, kebijakan tersebut dapat menjadi simbol persatuan budaya, bukan justru memunculkan pertanyaan baru mengenai representasi masyarakat yang hidup di wilayah Jawa Barat.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini