Kasus Intoleransi di Depok, PCNU: Kedepankan Dialog Demi Keharmonisan

Redaktur author photo
Ketua PCNU Depok KH.Achmad Solechan

inijabar.com, Depok – Menanggapi insiden tindakan mengarah intoleransi terhadap keberlangsungan ibadah salah satu agama yang terjadi di wilayah Bulak Timur, Cipayung, Kota Depok baru-baru ini. 

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan GP Ansor Kota Depok menyerukan semangat untuk tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan antar sesama.

Hal itu disuarakan menanggapi insiden tindakan mengarah intoleransi terhadap keberlangsungan ibadah salah satu agama yang terjadi di wilayah Bulak Timur, Cipayung, Kota Depok baru-baru ini. 

Ketua PCNU Kota Depok, KH. Achmad Solechan mengatakan, setiap warga memiliki hak mendasar untuk beribadah. Dia menekankan bahwa kunci utama untuk mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat yakni komunikasi yang terbuka dan saling memahami.

"Kejadian ini adalah cambuk bagi kita semua, baik tokoh masyarakat, pemuka agama, maupun perangkat RT dan RW agar untuk lebih aktif lagi merajut keharmonisan. Mari kita hidupkan kembali budaya guyub 'Rukun Tetangga' yang sesungguhnya, saling mengenal, saling peduli, dan saling menjaga," ujar Kiai Achmad Solechan di sela kegiatan organisasi di Cimanggis, Kota Depok, Kamis (2/7/2026).

Pria yang akrab disapa Kiai Alech ini juga menyatakan, seringkali ketegangan muncul bukan karena masalah ibadahnya, melainkan karena minimnya informasi atau komunikasi yang tersumbat di tingkat akar rumput. 

Dia mengimbau kepada masyarakat agar setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang di lingkungan tempat tinggal seharusnya dapat dikoordinasikan dahulu dengan baik, sehingga dapat terciptanya suasana saling menghargai.

"Jika sudah saling mengenal dan berkomunikasi dengan baik, potensi miskomunikasi dapat kita minimalisir sejak dini. Kita ingin setiap warga merasa aman dan nyaman saat beribadah, dan lingkungan sekitar pun tetap kondusif," katanya.

Senada, Ketua PC GP Ansor Kota Depok, H.M. Kahfi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberagaman masyarakat di Kota Depok. Kahfi menyatakan bahwa menjaga kerukunan adalah tanggung jawab bersama agar marwah Depok sebagai kota yang toleran tetap terjaga.

"Kami sangat berharap semangat inklusivitas yang terus digaungkan oleh Pemerintah Kota Depok dapat diimplementasikan hingga ke tingkat paling bawah. Kebebasan beragama adalah hak konstitusional, dan tugas kita bersama untuk memastikan hak tersebut terjamin dalam kehidupan sehari-hari," tutur Kahfi.

Guna memperkuat pencegahan konflik di masa mendatang, GP Ansor mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok untuk semakin proaktif. Pihaknya berharap FKUB dapat lebih sering turun langsung ke masyarakat, melakukan deteksi dini, serta menjadi jembatan dialog bagi berbagai komunitas agama di Depok.

Kedepannya, GP Ansor berkomitmen untuk terus membangun komunikasi lintas elemen guna menjaga kondusivitas wilayah. Dengan penguatan komunikasi di tingkat RT/RW serta peran aktif tokoh masyarakat, diharapkan Kota Depok dapat terus menjadi rumah yang aman, damai, dan ramah bagi seluruh umat beragama.

"Mari kita jadikan Depok ini sebagai contoh nyata kota yang harmonis, di mana perbedaan bukan menjadi sumber perpecahan. Melainkan kekuatan untuk saling menguatkan dalam persaudaraan," pungkasnya. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini