Rp500 Miliar untuk Venue, Atlet Masih Mengeluh? Alarm Bekasi Jelang PORPROV 2026

Redaktur author photo
Ilustrasi

KURANG dari tiga bulan menjelang pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat pada 17 November 2026, Pemerintah Kota Bekasi mulai meningkatkan gaung promosi. 

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bahkan mengumpulkan seluruh camat dan lurah agar momentum HUT ke-81 RI dimanfaatkan untuk menyosialisasikan pesta olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.

Langkah itu memang patut diapresiasi. Sebagai tuan rumah utama, Kota Bekasi tentu harus tampil siap, baik dari sisi infrastruktur maupun atmosfer masyarakat. Terlebih pemerintah telah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp500 miliar untuk rehabilitasi venue dan berbagai kebutuhan penyelenggaraan.

Namun muncul satu pertanyaan besar yang tidak boleh diabaikan.

Apakah besarnya investasi fisik itu sudah berjalan beriringan dengan kesiapan atlet yang akan bertanding?

Di balik megahnya pembangunan venue, justru muncul keluhan dari sejumlah atlet dan pelatih cabang olahraga. Mereka mengaku anggaran persiapan, operasional latihan, hingga kebutuhan pembinaan masih jauh dari harapan.

Bahkan sejumlah pengurus Cabor sudah menyampaikan keluhannya ke Komisi IV DPRD Kota Bekasi terkait bagaimana mereka harus keluarkan biaya sendiri untuk memenuhi operasional latihan dan lainnya.

Ironisnya, atlet merupakan wajah utama yang akan menentukan prestasi Kota Bekasi di hadapan publik Jawa Barat. Venue hanya menjadi panggung. Sementara aktor utamanya adalah para atlet.

Jika panggung dibangun megah tetapi para pemainnya minim dukungan, hasil akhirnya tentu sulit maksimal.

Terlebih lagi nama Ketua KONI Kota Bekasi yang juga merupakan Walikota Bekasi akan dipertaruhkan karena Porprov 2026 muara penilaiannya tetap Prestasi atlit bukan megahnya venue.

Jangan Terjebak Orientasi Proyek

Pemerintah daerah memang memiliki kewajiban menyediakan sarana olahraga yang layak. Bahkan pembangunan venue akan menjadi warisan jangka panjang setelah PORPROV selesai.

Namun pembangunan fisik tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.

PORPROV bukan sekadar proyek infrastruktur atau seremoni pembukaan yang meriah. Esensi sesungguhnya adalah prestasi olahraga.

Publik tentu tidak hanya akan menilai megahnya stadion atau indahnya arena pertandingan. Yang lebih diingat adalah berapa medali emas yang berhasil diraih kontingen Kota Bekasi sebagai tuan rumah.

Karena itu, pembangunan fisik dan pembinaan atlet seharusnya berjalan paralel.

Promosi Penting, Prestasi Lebih Penting

Instruksi Wali Kota kepada camat dan lurah agar ikut mempromosikan PORPROV merupakan langkah strategis. Masyarakat memang perlu mengetahui bahwa Bekasi menjadi tuan rumah.

Namun promosi tanpa prestasi hanya akan menjadi euforia sesaat.

Semangat masyarakat akan jauh lebih besar apabila atlet-atlet Bekasi mampu tampil membanggakan di kandang sendiri.

Sayangnya, jika keluhan mengenai biaya latihan, operasional, hingga kebutuhan pembinaan benar-benar terjadi, maka ada sinyal yang harus segera direspons pemerintah.

Jangan sampai energi birokrasi habis mengurus spanduk, baliho, seremoni, dan pencitraan, sementara kebutuhan atlet justru tertinggal.

Momentum Evaluasi

Masih ada waktu sebelum 17 November 2026.

Pemerintah Kota Bekasi perlu memastikan seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat tidak hanya fokus pada penyelesaian proyek fisik, tetapi juga memberi perhatian serius terhadap kebutuhan atlet dan pelatih.

Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan bersama KONI, pengurus cabang olahraga, serta pelatih agar setiap kendala dapat diselesaikan sebelum pertandingan dimulai.

Karena pada akhirnya, masyarakat tidak akan mengingat berapa besar anggaran yang dihabiskan.

Yang akan dikenang adalah apakah Kota Bekasi berhasil menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus menjadi juara di rumah sendiri.

PORPROV XV Jawa Barat harus menjadi ajang pembuktian bahwa pembangunan infrastruktur olahraga dan pembinaan atlet dapat berjalan seimbang. Sebab, investasi terbesar dalam olahraga bukanlah beton dan baja, melainkan manusia yang berjuang mengharumkan nama daerah di arena pertandingan.

Opini ditulis: Redaksi


Share:
Komentar

Berita Terkini