Cerita Djunaedi, 40 Tahun Mengabdi Sampai Jabatan Sekda Kota Bekasi

Redaktur author photo
Djunaedi saat memberikan sambutan di acara pelepasan.

inijabar.com, Kota Bekasi - Isu transaksional dalam birokrasi, kerap menjadi sorotan publik. Namun, sebuah pengakuan menarik datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Drs. Junaedi, yang baru saja resmi memasuki masa purnatugas usai mengabdi selama hampir 40 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Di hadapan para pejabat dan pegawai Pemkot Bekasi dalam acara pelepasan yang dihelat di kawasan Taman Rusa, Komplek Perkantoran Pemkot Bekasi, Kamis (29/10/2026), Djunaedi blak-blakan menceritakan perjalanan kariernya dari bawah.

Ia menegaskan, bahwa sepanjang meniti karier birokrasi di Kota Bekasi, dirinya tidak pernah mengeluarkan uang sepeser pun untuk menduduki suatu jabatan.

"Saya termasuk kata orang lucky. Keberuntungannya katanya bagus dan saya rasakan bahwa sepanjang perjalanan saya, saya termasuk mengenai jabatan tidak pernah pakai uang, jujur saya," ungkap Djunaedi saat memberikan sambutan.

Ia mengenang awal mula merintis karier birokrasinya di Kelurahan Marga Mulya. Tidak butuh waktu lama, ia dipercaya mengemban posisi sebagai Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) di Kecamatan Selatan, sebuah jabatan yang di masa lalu mengurusi pembuatan KTP dengan biaya retribusi yang masih sangat terjangkau.

Bahkan, ia juga mengenang proses seleksi tugas belajar (IP) di masa lalu. Meski sempat tercatat sebagai salah satu pendaftar yang terlambat dari sejumlah peserta lainnya, ia merasa jalannya dipermudah, hingga akhirnya terus melangkah naik menempati berbagai posisi strategis hingga mencapai puncak karier sebagai Sekda.

"Mulai saya pertama kerja, saya pertama pada saat itu saya di Kelurahan Marga Mulya, terus nggak lama kemudian saya jadi Kasipem. Orang lain belum dapat, saya sudah dapat jabatan Pak Kasipem, ya itu pada saat itu yang ngurusin KTP," kenangnya.

Berbekal pengalaman panjang tersebut, Djunaedi berpesan kepada para aparatur di lingkungan Pemkot Bekasi agar tidak ngoyoh atau bernafsu mengejar jabatan, dengan menghalalkan segala cara. Menurutnya, jabatan justru bisa menjadi sebuah musibah besar, apabila seseorang tidak mampu mengembannya dengan penuh amanah dan integritas.

"Tentunya jabatan ini saya katakan bahwa kepada teman-teman, yaitu jangan ngoyoh, ya. Jangan nafsu. Karena kalau jabatan nafsu itu berbahaya, karena jabatan bisa jadi musibah kalau kita tidak bisa membawanya," pesan Djunaedi.

Di akhir sambutannya, birokrat senior ini menyampaikan apresiasi serta permohonan maaf kepada seluruh jajaran pegawai, atas segala kekurangan selama ia memimpin, sekaligus berpesan agar ikatan kekeluargaan dan silaturahmi antar-ASN tetap terjaga, meski dirinya telah menanggalkan atribut kedinasan. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini