![]() |
| Siswa SMAN 2 Ciamis saat mengikuti kegiatan sosialisasi elstremisme dan radikalisme yang digelar Kesbangpol Pemkab Ciamis |
inijabar.com, Ciamis – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ciamis terus memperkuat langkah pencegahan ekstremisme dan radikalisme di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi bahaya ekstremisme dan radikalisme di era digital kepada para siswa SMAN 2 Ciamis, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi sejak dini agar pelajar mampu mengenali ancaman penyebaran paham ekstrem melalui internet dan media sosial, sekaligus meningkatkan kesadaran dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kabupaten Ciamis, Aang Setiawan, mengatakan sosialisasi difokuskan pada tiga pendekatan utama, yakni pencegahan, penegakan hukum, serta pembangunan kemitraan melalui pendekatan pentahelix.
"Upaya pencegahan tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Diperlukan keterlibatan sekolah, keluarga, masyarakat, media, hingga berbagai pemangku kepentingan agar generasi muda tidak mudah terpapar paham ekstremisme," ujarnya.
Menurut Aang, pendekatan pencegahan dilakukan melalui edukasi dan peningkatan kewaspadaan agar pelajar mampu menyaring informasi yang diterima di ruang digital. Sementara penegakan hukum memberikan pemahaman mengenai pentingnya menaati aturan serta menghindari tindakan yang melanggar hukum.
Adapun pendekatan pentahelix bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, media, dunia usaha, dan unsur lainnya untuk menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, serta kondusif.
Dalam kegiatan yang melibatkan delapan petugas lapangan tersebut, siswa juga diajak memahami pentingnya bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. Mereka diimbau tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu konflik dan perpecahan.
Kesbangpol juga menekankan pentingnya menumbuhkan sikap saling menghargai, memperkuat solidaritas, serta menghindari berbagai bentuk provokasi yang dapat mengganggu persatuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Selain itu, sekolah dan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan para remaja sehingga mereka memperoleh pendampingan yang tepat saat menghadapi berbagai informasi atau ajakan yang berpotensi menyesatkan.
Kegiatan yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Ciamis ini akan dievaluasi untuk mengukur efektivitas materi yang disampaikan, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku siswa di kehidupan sehari-hari.
Melalui sosialisasi tersebut, Kesbangpol Kabupaten Ciamis berharap generasi muda mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif, menjunjung tinggi toleransi, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kerukunan di Kabupaten Ciamis.(edo)

