![]() |
| Suasana rumah-rumah sakit banyaknya menerima pasien siswa keracunan MBG di Cirebon |
inijabar.com, Kota Cirebon – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menyikapi dugaan keracunan massal yang menimpa lebih dari 100 siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut resmi disuspend mulai Selasa malam (20/10/2026).
Kepala KPPG Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengatakan saat ini pihaknya memprioritaskan penanganan para siswa yang terdampak.
"Fokus kami saat ini menangani anak-anak yang terdampak," ujar Yulian. Selasa (20/10/2026) malam.
Ia menegaskan, SPPG yang melayani sekitar 2.500 penerima manfaat itu telah dihentikan sementara operasionalnya sambil menunggu hasil investigasi.
"Per malam ini SPPG tersebut sudah kami suspend," katanya.
Menurut Yulian, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sehingga belum bisa dipastikan berasal dari menu tertentu.
"Kalau dugaan keracunan darimana, kita masih nunggu hasil laboratorium," ucapnya.
Pada hari kejadian, menu MBG yang disajikan kepada para siswa diketahui berupa sup telur puyuh. Meski demikian, BGN belum menyimpulkan apakah menu tersebut menjadi penyebab insiden.
Yulian juga memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan para korban menjadi tanggung jawab Badan Gizi Nasional.
"Seluruh biaya pengobatan dan perawatan pasien ditanggung BGN," tegasnya.
Korban berasal dari tiga satuan pendidikan, yakni TK Kalijaga, SD Kalijaga, dan PKBM. Hingga Selasa malam, jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan telah mencapai lebih dari 100 orang.
Kabar baiknya, sebagian siswa yang menjalani perawatan telah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit setelah kondisi mereka membaik.
"Tadi juga beberapa pasien oleh rumah sakit sudah diperbolehkan pulang," kata Yulian.
Meski demikian, BGN masih terus melakukan pendataan dan memantau perkembangan kondisi para korban.
"Untuk data selanjutnya kami menunggu perkembangan," pungkasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena merupakan salah satu insiden terbesar yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah Cirebon.
Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti serta langkah evaluasi terhadap penyelenggaraan program MBG ke depan.

