SMP Ini Cuma Punya Satu Kelas, Kisah Sekolah Terpencil di Cianjur

Redaktur author photo

 

Para siswa SMP SCBP tengah serius mengikuti pelajaran di tengah fasilitas yang tidak memadai.

inijabar.com, Cianjur – Kondisi SMP SCBP di Kampung Tarisi, Desa Malati, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyita perhatian publik. 

Sekolah yang berada di wilayah terpencil itu masih bertahan dengan fasilitas yang sangat terbatas dan beralaskan tanah, namun tetap menjadi harapan bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan.

Sekolah tersebut hanya memiliki satu ruang belajar yang digunakan secara bergantian oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Bangunannya pun masih sangat sederhana, berdinding triplek dengan lantai tanah.

Sejumlah bagian dinding bahkan terlihat berlubang, sementara fasilitas toilet berada di luar bangunan sekolah. Kendati demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setiap hari.

Keberadaan SMP SCBP menjadi tumpuan bagi anak-anak di Kampung Tarisi yang kesulitan mengakses sekolah lain karena jaraknya cukup jauh dan medan yang tidak mudah ditempuh.

Salah seorang siswa mengungkapkan, apabila harus bersekolah di kawasan Gunung Batu, ia harus berjalan kaki selama kurang lebih satu jam untuk sampai ke sekolah.

SMP SCBP sendiri telah berdiri selama tiga tahun dan pada tahun lalu berhasil meluluskan angkatan pertamanya. Meski jumlah peserta didik belum banyak, setiap tahun masih ada siswa baru yang mendaftar demi melanjutkan pendidikan.

Di sekitar sekolah tersebut dikelilingi rumah-rumah warga yang tidak layak huni dan juga masih beralas tanah.

Pemerintah Cianjur pun telah berinisiatif  melakukan langkah dengan menempatkan 14 siswa SMP Swasta SCBP kelas jauh di Desa Malati, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, kini sudah belajar di tempat yang lebih layak. 

Para siswa tersebut dipindahkan ke ruang kelas milik pemerintah terdekat, setelah sebelumnya belajar di tempat dengan kondisi yang tidak memadai.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan, pemindahan tempat belajar tersebut dilakukan sesuai arahan Bupati Cianjur setelah kondisi sekolah mendapat perhatian pemerintah daerah.

"Siswa yang belajar di SMP SCBP kelas jauh sebanyak 14 siswa, pada hari Rabu tanggal 3 September 2026 sudah belajar dengan layak di ruang kelas milik pemerintah terdekat," kata Ipan.


Share:
Komentar

Berita Terkini