![]() |
| Gus Kautsar saat memberikan tausyiah di peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Depok |
inijabar.com, Depok - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar di Depok Open Space (DOS), kawasan Balai Kota Depok diisi dengan doa, salawat bersama dan ceramah mengenai pentingnya menjaga persatuan serta mewaspadai penyebaran berita bohong atau hoaks.
Dalam acara tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar bersama Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, KH. Achmad Solechan (Kiai Alech) mengingatkan bahwa informasi palsu dapat memicu perpecahan sosial.
Gus Kautsar menyatakan bahwa dampak penyebaran informasi palsu jauh lebih merusak tatanan masyarakat dibandingkan tindak kejahatan material. Berdasarkan rujukan kitab klasik, dia menyebut kebohongan merupakan awal dari berbagai kerusakan sosial.
"Kebohongan itu adalah muara sumber semua kehancuran, kerusakan, dan kebinasaan," ujar Gus Kautsar dalam ceramahnya, Kamis (5/11/2026) malam.
Pengasuh Ponpes yang biasa dikenal khas ceramahnya merujuk pada Kitab tersebut menambahkan bahwa kesalahpahaman yang bersumber dari informasi palsu berpotensi memicu adu domba, kebencian hingga berujung pada permusuhan di tengah masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PCNU Kota Depok, Kiai Alech menilai bahwa dampak hoaks dapat merusak tatanan kemasyarakatan secara luas jika tidak diantisipasi dengan baik.
"Dari hoaks-lah akan muncul kesalahpahaman, permusuhan, adu domba dan akhirnya dari sinilah muncul perang. Perang dalam arti menggunakan seluruh kuasa sumber daya yang dimilikinya untuk saling menghancurkan satu dengan yang lain, itu berawal dari hoaks," tutur Kiai Alech.
Oleh karena itu, Kiai Alech mengajak masyarakat dan para santri untuk memperkuat dengan memfilter dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. Menurutnya, kejernihan hati dan nurani menjadi benteng utama dalam menghadapi paparan informasi yang tidak benar.
Melalui peringatan Hari Santri 2026 ini, para tokoh agama dan ulama berharap masyarakat dapat terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta mengedepankan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan beragama dan bernegara. (Risky)


