|
Menu Close Menu

Dari Usia 7 Tahun Sudah Merokok, Ini Sebabnya Ilham Dikurung di Kandang Domba

Senin, 07 Oktober 2019 | 18.17 WIB

inijabar.com, Sukabumi- Remaja bernama Ilham (17) ini terpaksa menempatkanya di kandang domba oleh orang tua nya. Pasalnya  Ilman kecanduan merokok. Dan untuk memenuhi kecanduanya itu Ilman sering mengambil barang-barang tetanganya untuk memenuhi kecanduan nya pada rokok.

Orang tua Ilham meminta kejelasan tentang hukuman apa yang pantas bagi anaknya itu. Pasalnya remaja yang sejak kecil dikenal sebagai pecandu rokok tersebut kerap mendapatkan tindakan kekerasan dari warga sekitar rumahnya akibat ulah Ilham yang sering mencuri handphone atau barang berharga lainnya.

Warga inginnya Ilham ini terus dikurung di kandang domba agar tidak meresahkan lagi. Saya juga tadinya mau lapor polisi tapi dipikir-pikir lagi juga lihat kesalahan Ilham.

Jadi hukuman apa yang pantas bagi anak yang sakit seperti ini, penjara rehabilitasi atau hukum rimba..

"Saya juga bingung,"ucap ayah Ilham, Umar kepada sejumlah media Sabtu (5/10/2019). 

Umar mengatakan, sesungguhnya dirinya juga tidaklah menerima anaknya terus diperlakukan seperti itu, bahkan saat dikurung di kandang domba.

Ilham sempat kesulitan bergerak tidak bisa makan seperti biasanya akibat rasa sakit yang dialami Ilham setelah dipukuli warga.

"Dulu mah, Ilham ini disebut anak negara dan anak asuh Pemda karena diangkat oleh salah satu dokter di Cisaat Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sukabumi,"tambah Umar.

Dia bahkan mengaku menjual rumahnya demi pengobatan Ilham dimana waktu itu Ilham sempat menjalani pengobatan di RSUD Syamsudin SH selama kurang lebih 1 tahun sehingga saat ini keluarganya tersebut hanya tinggal di sebuah gubuk berukuran 4 X 1,5 meter.

"Di rumah sakit 1 tahun rawat inap 3 kali selama 20 hari, lalu berobat jalan ke dokter syaraf tapi tidak ada perkembangan. Pemda sudah tahu kondisi Ilham, keluarga pun sudah minta Ilham diobati tapi jawabannya selalu sama. Katanya itu adalah luka lama, juga bosan katanya masa Ilham terus diobatin, ungkas Umar.

Sementara sang ibunda Ilham NENA mengulas pada bulan Maret 2019 kemarin Ilham sempat disebut-sebut akan dibawa ke Bogor untuk diobati tetapi sampai sekarang pengobatan itu tidak terlaksana.

Ayahnya pernah mengajukan ke Kecamatan Nagari untuk mrndapat pengobatan karena khawatir terus diperlakukan seperti itu.

"Dari bayi memang Ilham sudah step ditambah sering dipukuli warga walaupun memang karena kesalahannya,"  tambah ibu Ilham, Nena.

Diberitakan sebelumnya Ilham saat berusia sekitar 7-8 tahun sempat menjadi sorotan publik dan media nasional hingga media internasional pada tahun 2000 silam.

Hal itu lantaran Ilham yang sudah menjadi perokok berat di usianya yang masih sangat belia. Ilham yang beranjak remaja sekarang sudah berusia 17 tahun.

Untuk memastikan keberadaan dan kondisi Ilham selain berkordinasi dengan Dinas Kesrhatan dan Dimas Sosial Sukabumi, KOMNAS Perlindungan Anak mengagendakan segera menurunkan Tim Relawan Sahabat Anak Indonesia dan Komnas Anak perwakilan Jawa Barat untuk menemui Ilham dan keluarganya di Rimahnya di Sukabumi.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->