Luapan Sungai Cibeet, BPBD Karawang Sebut Ada 2298 Jiwa Terdampak Banjir

Redaktur author photo

 


inijabar.com, Karawang- Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karawang Fery menyatakan, banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak 1 Januari 2024, di Karawang maupun di wilayah hulu seperti Bandung, Purwakarta, Cianjur, dan Bogor.

Curah hujan yang tinggi memicu aliran Sungai Cibeet, Citarum, dan Cidawolong meluap hingga merendam permukiman warga di Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang Barat, Telukjambe Timur, dan Kecamatan Rawamerta.

Dampak banjir terparah dilaporkan melanda Desa Karangligar dan Mekarmulya di Kecamatan Telukjambe Barat.

BPBD Karawang telah mengevakuasi korban banjir ke lokasi pengungsian di Aula Desa Karangligar, gedung sekolah PAUD, Kantor Dusun Kampek. Petugas juga memfasilitasi kebutuhan dapur umum hingga pos pelayanan kesehatan.

Puluhan hektare areal persawahan yang tersebar di sejumlah kecamatan sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir akibat luapan sungai Cibeet dan Citarum.

"Untuk sementara ini, ada 58 hektare sawah yang terendam banjir," kata Kabid Perkebunan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, Dadan Danny, di Karawang.

Banjir yang merendam empat kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilaporkan telah berlangsung selama sepekan terakhir.

Peristiwa itu mengakibatkan 2.298 jiwa dari 778 kepala keluarga terdampak karena rumah terendam banjir yang disebabkan luapan air sungai Cibeet.

Ia mengatakan, seluas 58 hektare sawah yang terendam banjir itu tersebar di tiga kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Ciampel, Telukjambe Timur dan Kecamatan Telukjambe Barat.

Di wilayah Telukjambe Barat, areal sawah yang terendam seluas 46 hektare, di Telukjambe Timur terdapat 9 hektare dan 3 hektare sawah yang terendam di wilayah Kecamatan Ciampel.

"Jadi dari tiga kecamatan itu, ada 58 hektare sawah yang terendam banjir,"tandasnya.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini