![]() |
| H.Bambang Sunaryo SH (tengah) selaku kuasa hukum tersangka MR didampingi N selaku istri tersangka (krudung hitam) |
inijabar.com, Kota Bekasi- Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang tokoh agama di Bekasi terhadap anak angkatnya sendiri semakin meluas setelah konten kreator dr.Richard Lee mengundang korban berinisial Z san S ke Podcast milik dokter kecantikan tersebut.
Namun dalam diskusi di Podcast tersebut, dr.Richard Lee dinilai tidak berimbang dalam menyerap informasi peristiwa dengan hanya mengundang pihak korban.
Menurut Bambang Sunaryo.SH selaku Kuasa Hukum Ustd MR, bahwa semua yang didiskusikan di Podcast Richard Lee bersama korban tidak benar.
"Jadi dia (dr.Richard Lee) itu bukan dokter hukum tapi dokter kecantikan. Gunakanlah keahliannya untuk mempercantik orang bukan bertindak seolah seperti dokter hukum,"ujarnya saat menggelar konfrensi Pers di Galery Kopi. Rabu (1/10/2025).
Salah satu yang harus diluruskan yakni bahwa kejadiannya yang dituduhkan korban saat itu korban bukan anak di bawah umur tapi sudah kategori dewasa.
"Kalau kategori anak di bawah umur kan menurut aturan maksimal usia 18 tahun. Nah Z ini saat itu sudah masuk usia 20 tahun. Artinya sudah dewasa dan sudah kuliah. Jadi ini harus ditegaskan bahwa Z bukan anak di bawah umur saat kejadian,"bebernya.
Terkait tuduhan pelecehan sexual, kata Bambang Sunaryo, semua itu perlu dibuktikan di persidangan seperti apa kejadiannya. Kalau dibilang korban ada visum, kata Bambang, itu pun harus dibuktikan.
Bambang juga menyesalkan sikap dr.Richard yang terkesan ikut menumpang popularitas untuk produk konten nya.
"Jika dalam waktu 1x24 jam tidak ada kata maaf dari dia (dr.Richard Lee) kepasa keluarga MR. Maka saya akan bawa ke ranah hukum,"tegas Bambang.
"Itu framing yang diciptakan dr.Richard itu bisa mengganggu kerja kepolisian dalam mengungkap kasus ini,"sambungnya.
Sementara itu, N selaku istri tersangka juga merasa kebaikannya selama ini pada Z telah dikhianatinya.
"Dari bocah, dia (korban Z) mandi nya sama saya. Kita sekolahin sampai kuliah. Kita kasih mobil (Honda Jazz) waktu itu dan karena kondisi keuangan mobil itu kita jual dan anak saya itu (Z).saya belikan mobil Brio. Kita sayang banget sama anak itu tapi balesannya seperti ini,"tandasnya.(*)




