Gelar Rapat Pleno, Golkar Kota Bekasi Godok Arah Dukungan ke Calon Ketua Golkar Jabar

Redaktur author photo
Sekretaris DPD Golkar Kota Bekasi Uri Huriyati didampingi pengurus tanpa dihadiri Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Ade Puspitasari

inijabar.com, Kota Bekasi – Partai Golkar Jawa Barat bersiap menggelar pesta demokrasi melalui Musyawarah Daerah (Musda), yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Trans Studio Bandung, pada 1 hingga 3 April 2026, untuk memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Dua nama kandidat yang muncul adalah Daniel Mutaqien Syafiuddin, anggota DPR RI yang juga putra dari tokoh legendaris Golkar Indramayu, almarhum Irianto MS Syafiuddin (Yance), serta Ahmad Hidayat, anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua AMPI Jawa Barat.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Uri Huryati, menyatakan bahwa jajaran pengurus di tingkat kota terus melakukan diskusi intensif untuk menentukan arah dukungan.

"Mengenai arah dukungan, sejauh ini dari hasil diskusi dan kesepakatan kader di Kota Bekasi, kelihatannya arahan kita cenderung ke Bang Daniel Mutaqien," ujar Uri saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2026).

Uri menjelaskan, kecenderungan dukungan kepada Daniel didasari oleh rekam jejak dan visi-misi, yang dinilai selaras dengan kebutuhan daerah. Sebagai mantan Wakil Ketua DPD Golkar Jabar periode sebelumnya, Daniel dianggap memahami anatomi organisasi di Jawa Barat.

"Beliau memiliki profile yang jelas dan mumpuni. Selain pengalamannya sebagai wakil ketua di periode Pak Ace Hasan Syadzily, beliau juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kader di tingkat kota dan kabupaten. Kami butuh pemimpin yang satu frekuensi dan bisa mengayomi," tambahnya.

Meski sinyal dukungan sudah menguat ke salah satu kandidat, Uri menekankan bahwa keputusan final akan diambil melalui mekanisme organisasi yang baku. Malam ini, DPD Golkar Kota Bekasi dijadwalkan menggelar rapat harian guna memfinalisasi aspirasi yang akan dibawa ke forum Musda.

"Suara ini tidak diputuskan secara sepihak oleh ketua, tapi melalui proses rangkaian organisasi. Malam ini kami rapat harian, hasilnya nanti akan diperluas melalui rapat pleno. Intinya, suara Kota Bekasi adalah representasi dari pengurus harian dan pleno yang sudah menggali aspirasi dari arus bawah," tegas Uri.

Selain rekam jejak personal, Uri tidak memungkiri bahwa faktor historis dan garis tangan politik kandidat menjadi pertimbangan. Daniel Mutaqien merupakan anak dari mantan Bupati Indramayu sekaligus mantan Ketua DPD Golkar Jabar, almarhum Yance, yang dikenal memiliki basis massa yang militan.

"Beliau punya legacy yang kuat dari orang tuanya. Namun di luar itu, kecakapan beliau memimpin dan kedekatannya dengan kader menjadi poin utama. Meski begitu, kami di daerah juga tetap tidak terlepas dari arahan pengurus pusat (DPP)," tuturnya.

Siapa pun yang terpilih nantinya, Golkar Kota Bekasi menitipkan harapan besar agar Ketua DPD Jawa Barat yang baru, mampu membawa kenyamanan dan kemajuan bagi partai di seluruh pelosok Jawa Barat.

"Harapan kami adalah, ketua terpilih bisa memperjuangkan dan memajukan Golkar Jabar secara keseluruhan. Pemimpin yang bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pengurus di tingkat kabupaten/kota, agar kita bisa menyongsong agenda-agenda politik ke depan dengan solid," pungkas Uri.

Musda Golkar Jawa Barat kali ini diprediksi akan berlangsung dinamis namun tetap dalam koridor soliditas partai, mengingat kedua kandidat, baik Daniel maupun Ahmad, merupakan representasi kader muda potensial yang dimiliki Golkar saat ini. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini