Kali Bekasi Meluap, Perumahan Warga di Bekasi Utara dan Timur Terendam

Redaktur author photo
Salah satu komplek perumahan di Bekasi Timur yang terdampak banjir.

inijabar.com, Kota Bekasi - Banjir kembali melanda sejumlah kawasan perumahan di Kota Bekasi. Luapan Kali Bekasi merendam permukiman warga di wilayah Bekasi Utara dan Bekasi Timur, akibat kiriman air dari hulu sungai.

Genangan air mulai menggenangi rumah-rumah warga sejak sore hari dan berlanjut hingga malam. Banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur Bogor sejak Rabu siang, menyebabkan debit air Kali Bekasi meningkat drastis dari pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi.

Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, dan meminta warga tidak panik meski sirene peringatan dini berbunyi.

"Warga tidak perlu panik meskipun sirene peringatan dini berbunyi. Namun tetap waspada dan menyiapkan segala sesuatunya lebih awal, agar apabila terjadi kegawatdaruratan akibat limpasan air, tingkat fatalitas dan kerugian material dapat diminimalkan," ujar Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat memantau Pintu Air Prisdo, Bekasi Timur, Rabu (28/1/2026) malam.

Ia juga meminta warga segera mengamankan dokumen penting, serta memindahkan kendaraan dan barang berharga ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, memastikan kondisi tinggi muka air (TMA) Kali Bekasi sudah menunjukkan tren penurunan.

"Berdasarkan pemantauan kami, tinggi muka air Kali Bekasi sudah berangsur surut. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara intensif," kata Idi.

Ia menambahkan, BMSDA Kota Bekasi telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

"Kami terus berkoordinasi dengan BBWS untuk mitigasi, termasuk pengaturan aliran air agar dampak banjir dapat ditekan," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane, David Partonggo, memaparkan secara rinci dinamika tinggi muka air di wilayah hulu hingga hilir Sungai Bekasi. Menurutnya, kenaikan debit air di hulu Sungai Cilengsi terjadi pada pukul 15.30 WIB dengan TMA mencapai 190 sentimeter.

"Di jam 16.00 WIB sudah mulai turun menjadi TMA 170, dan di jam 16.30 penurunan terus berlanjut. Hingga pukul 23.00 WIB, TMA di hulu sudah kembali normal di angka 80," jelas David.

Sementara itu, kenaikan signifikan terjadi di pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi, dengan puncak atau top level pada pukul 19.30 WIB.

"Top level di pertemuan Cikeas dan Cilengsi TMA-nya 470. Kondisi ini bertahan sekitar satu jam hingga pukul 20.30, lalu mulai turun kembali hingga pukul 23.00 dan seterusnya," ungkapnya.

David memastikan bahwa kondisi di hulu saat ini telah menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Hal tersebut turut berdampak pada aliran di wilayah Kota Bekasi.

"Di Bekasi sendiri, kondisinya berangsur turun. Namun karena sebelumnya ada pembuangan ke hilir, sempat terjadi kenaikan TMA di wilayah hilir," paparnya.

Untuk wilayah hilir Bendung Bekasi, David menyebut TMA di Polder Kalimati sempat berada di angka 530 sentimeter dan hingga saat ini masih terpantau tinggi. Sementara di hulu Polder Kalimati, TMA tercatat di angka 400 sentimeter yang berdampak pada aliran Sungai Rawalumbu.

"Kami belum melakukan pemompaan di Polder Kalimati, karena kondisi di Rawalumbu sendiri tidak hujan. Kami menahan aliran agar tidak menambah beban air di hilir Sungai Bekasi," tuturnya.

Langkah tersebut, kata David, dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah hilir, khususnya di kawasan Bekasi Utara.

"Kami juga melihat kondisi warga di wilayah hilir, terutama daerah Buni Bakti yang hingga saat ini masih tergenang banjir dan sudah berlangsung cukup lama," pungkasnya.

Hingga Rabu malam, petugas gabungan masih bersiaga serta terus memantau perkembangan debit air, guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

Dari pantauan KP2C pada pukul 24.00 di pertemuan Cikeas - Cileungsi berada di TMA 370 atau 20 cm di atas batas normal. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini