Ketua Umum PANI Sesalkan Tewasnya Sejumlah Orang di Subang Akibat Miras

Redaktur author photo

inijabar.com, Subang- Berita tewasnya sejumlah warga Subang akibat minuman keras (Miras) oplosan membuat keprihatinan banyak pihak salah satunya dari Ketua Umum Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI), Dedi Ginanjar.

Menurut dia, tragedi ini merupakan alarm keras yang menunjukkan bahwa ancaman miras ilegal telah memasuki tahap darurat dan menuntut tindakan cepat dari seluruh elemen negara.

Dedi menyatakan, miras oplosan adalah kejahatan besar yang bukan hanya merusak kesehatan, tetapi telah terbukti merenggut nyawa dan menciptakan kerusakan sosial yang panjang. Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan peracikan hingga distribusinya.

“Miras oplosan adalah musuh masyarakat. Pelakunya harus ditindak tanpa kompromi, karena ini menyangkut nyawa manusia.” ujarnya. Kamis (12/2/2026)

Lebih lanjut, Dedi menekankan bahwa keberhasilan melawan ancaman ini membutuhkan sinergi total antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan penggiat anti narkoba. Ia memperingatkan bahwa upaya pencegahan tidak akan efektif jika dilakukan secara parsial atau sektoral.

Dalam pernyataannya, Dedi Ginanjar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Subang harus bekerjasama dengan starkholder termasuk dengan PANI agar upaya penanggulangan bahaya miras oplosan dan narkoba dapat berjalan maksimal.

“Pemerintah Subang wajib membuka ruang bagi PANI. Penggiat anti narkoba bukan hanya relawan—mereka adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tanpa ruang dan dukungan pemerintah, upaya penyelamatan generasi muda tidak akan optimal.” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa para penggiat anti narkoba berperan penting dalam edukasi masyarakat, sosialisasi bahaya narkoba dan miras ilegal, serta pendampingan keluarga dan pemuda di tingkat akar rumput.

Dedi menyerukan agar pemerintah, aparat penegak hukum, dan penggiat anti narkoba tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berada dalam satu barisan yang solid.

“Ini perang bersama. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua pihak harus bersinergi untuk memastikan tidak ada lagi korban berikutnya di Subang.”katanya.

Dedi juga memastikan komitmennya untuk memperkuat gerakan P4GN, memperluas edukasi publik, meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat, dan mendukung penuh aparat penegak hukum dalam memutus rantai peredaran miras oplosan serta penyalahgunaan narkoba.(SriMS)

Share:
Komentar

Berita Terkini