![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bekasi – Niat hati pulang setelah bekerja mencari nafkah, seorang kurir justru harus menerima nasib pahit di tengah gelapnya Jalan Cikunir Raya Kelurahan Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan.
Anom (33) menjadi korban aksi begal pada Jumat 13 Februari 2026 dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Ia ditarik paksa dari atas motornya hingga tersungkur ke aspal, sebelum kendaraan dan telepon genggamnya dibawa kabur pelaku.
Peristiwa itu terjadi saat kondisi jalan dalam keadaan sepi, Tidak banyak kendaraan melintas, sementara lampu jalan disebut kurang memadai.
“Jam setengah empat pagi saya habis kerja shift malam. Baru nganterin paket dari Galaksi,” ujar Anom saat menceritakan kejadian yang dialaminya.
Pria yang bekerja sebagai kurir di perusahaan ritel cepat saji Astro wilayah Jatimakmur itu mengatakan, dirinya tidak merasa diikuti ataupun mencurigai sesuatu sebelum kejadian. Situasi jalan yang lengang membuatnya hanya fokus mengendarai motor menuju rumah.
“Jalannya masih sepi, lampu jalannya agak gelap,” jelasnya.
Namun situasi berubah dalam hitungan detik. Saat sepeda motornya masih melaju, tiba-tiba ia merasakan tarikan keras dari arah belakang. Tarikan itu membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke aspal.
“Saya lagi jalan, tiba-tiba ditarik dari belakang. Saya langsung jatuh,” ungkapnya.
Dalam kondisi terjatuh dan belum sempat bangkit, pelaku lain langsung memanfaatkan situasi. Sepeda motor korban yang masih dalam keadaan menyala langsung dibawa kabur. Telepon genggam miliknya juga turut raib.
“Motor masih nyala langsung diambil. Handphone saya juga kebawa,” tegasnya.
Sepeda motor yang dirampas pelaku adalah Honda Beat Deluxe warna merah hitam tahun 2025 dengan nomor polisi B 5453 KKD. Ironisnya, kendaraan tersebut masih dalam status kredit dengan sisa cicilan sekitar dua hingga dua setengah tahun dan di gunakan untuk mencari nafkah.
Akibat kejadian itu, Anom mengalami luka pada bagian dengkul dan bahu karena terhempas ke aspal saat ditarik pelaku. Meski selamat dari kejadian tersebut, kerugian materi yang dialaminya tidak sedikit, terlebih kendaraan itu digunakan sebagai penunjang aktivitas kerjanya sehari-hari.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur yang gelap dan minim penerangan di waktu dini hari masih menyimpan ancaman, khususnya bagi para pekerja shift malam yang menggantungkan hidupnya di jalanan saat sebagian besar warga terlelap.
"Saya sudah buat laporan ke Polsek Bekasi Selatan,"tandasnya.(firman)




