LSM KOPI Depok Ingatkan Masyarakat : Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita

Redaktur author photo
Ketua LSM KOPI Depok, Siswadi SH

inijabar.com, Depok – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kobor Obor Peduli Indonesia (KOPI) Siswadi mengingatkan kembali pentingnya terhadap kepedulian pelestarian dan menjaga lingkungan alam.

“Tentunya pesan utama kita terhadap masyarakat yaitu terkait dengan alam. Kita jaga alam, maka alam akan jaga kita, mari sama-sama kita jaga alam untuk masa depan generasi mendatang,” ujar Siswadi usai acara Open House Halal Bihalal Idul Fitri. Minggu (29/3/2026)

Siswadi juga mengatakan, LSM KOPI merupakan organisasi yang konsen terhadap lingkungan hidup dengan mengkedepankan jiwa kepedulian sosial, taktis atau spontanitas, kebersamaan dan kesepakatan.

“Karena ini organisasi lingkungan sosial, jadi setiap saat dibutuhkan, kita tetap akan bisa bekerja sama dengan siapa pun baik pemerintah dalam hal ini, Dinas, Camat, Lurah, hingga RT, RW, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Siswadi juga menyoroti bencana alam banjir yang terjadi pada hari pertama Idul Fitri 1447 hijriah yang melanda kawasan permukiman setempat. Menurutnya, bencana alam bisa terjadi kapan pun dengan spontanitas tanpa melihat waktu dan tempat.

Oleh karenanya, peran sinergi relawan organisasi lingkungan bersama seluruh elemen sangat dibutuhkan. Agar terciptanya keseimbangan antara pembangunan dengan lingkungan hidup yang lebih baik lagi.

“Bahwa kejadian alam itu terjadi dengan spontanitas yang begitu mengerikan ya, sampai banjir di mana-mana dan lain sebagainya. Itu perlu peran serta kita untuk lebih aktif lagi, bahkan khususnya wilayah Cimanggis yang saya ketahui ada di RTM itu selalu langganan banjir,” ungkapnya.

Maka itu, kata dia, diperlukan adanya solusi jangka panjang sehingga bencana alam banjir di kawasan setempat dapat diantisipasi. Pria yang juga berprofesi advokat itu menilai bahwa minimnya resapan air di kawasan setempat itu juga menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir.

“Tadi juga sudah disampaikan ke Pak Camat, mungkin solusi-solusinya sudah disampaikan bahwa mungkin bisa dibuatkan untuk penampungan air sementara atau embung lah, istilahnya apa. Semoga usulan itu nanti bisa terealisasikan di wilayah Cimanggis, saya yakin dengan adanya embung itu bisa sedikit menyelesaikan lah, nanti bagaimana teknisnya bisa kita diskusikan lagi ya,” tandasnya.

Sementara itu Camat Cimanggis, Rahmat Maulana menyambut positif kehadiran para relawan LSM KOPI yang terus bergerak membantu memberikan kontribusi dalam hal kepedulian lingkungan.

“Bagaimana masyarakat bisa bergerak ya, terutama pecinta lingkungan. Karena tadi disampaikan bahwa kalau kita jaga alam, alam jaga kita,” ucapnya.

Kaitan peristiwa banjir yang melanda kawasan setempat. Camat Pache yang akrab disapa itu menanggapi bahwa minimnya lahan hijau dan banyaknya sampah yang tersumbat drainase di kawasan setempat menjadi pemicu. Sehingga banjir tak terhindari terlebih saat intensitas curah hujan tinggi.

“Memang pas hari pertama lebaran itu kan banjirnya cukup besar ya. Ini perlu kita giatkan lagi kerja bakti, karena memang sampah itu numpuk, akibat sampah numpuk sehingga kemudian air mencari jalan. Terus saya lihat juga memang ada beberapa lahan yang seharusnya dengan teman-teman kopi untuk kita giatkan lagi penanaman pohon, mudah-mudahan dengan banyaknya pohon, bencana alam di wilayah Mekasari dapat diatasi,” pungkasnya. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini