injjabar.com, Kota Bandung — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Jawa Barat resmi dibuka di The Trans Luxury Hotel, Kamis (2/4/2026), tanpa kehadiran Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Pembukaan forum tertinggi tingkat provinsi itu tetap berlangsung semarak dan penuh nuansa kekeluargaan. Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Idrus Marham, hadir membuka dan meresmikan jalannya Musda mewakili pimpinan pusat.
Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, dalam sambutannya menegaskan capaian politik Golkar di Jabar merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader. Ia juga mengingatkan bahwa dinamika menjelang pergantian kepemimpinan merupakan hal wajar dalam organisasi, namun harus disikapi dengan kedewasaan.
“Selama pimpinan belum memberikan penugasan, saya tidak akan bermanuver. Tapi dinamika demokrasi harus tetap berjalan dengan baik,” ujar Ace.
Musda ini dihadiri sejumlah pengurus DPP, di antaranya Wihaji, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Puteri Komarudin, Hetifah Sjaifudian, serta Said Aldi Al Idrus. Hadir pula kader dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Dalam pidatonya, Idrus menekankan pentingnya membangun politik kolaboratif dan berbasis kepercayaan rakyat. Ia menyebut partai politik bukanlah lawan, melainkan mitra strategis dalam membangun bangsa.
“Partai politik itu mitra, bukan lawan. Kita harus bekerja sama untuk kepentingan rakyat dan bangsa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti posisi strategis Jawa Barat sebagai barometer politik nasional. Menurutnya, dinamika politik di Jabar akan sangat memengaruhi arah politik Indonesia ke depan.
Meski tanpa kehadiran ketua umum, jalannya pembukaan Musda XI Golkar Jabar tetap berlangsung lancar dengan agenda utama konsolidasi organisasi dan penentuan arah kepemimpinan ke depan.
Acara juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jabar Erwan dan sejumlah tokoh parpol di Jabar.(dindin)




