Dinkes Depok Sebut Kasus Baru HIV di 2025 Meningkat Jadi 435 Kasus

Redaktur author photo
Ilustrasi

inijabar.com, Depok - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mencatat adanya kenaikan temuan kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang tahun 2025 sebanyak 435 kasus HIV dari total 63.429 tes. Dibandingkan tahun 2024, dimana tercatat 405 kasus baru dari hasil 52.708 tes. 

“Kenaikan statistik ini menunjukkan, sistem deteksi dini di Kota Depok berjalan efektif dalam menjangkau populasi berisiko,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori kepada awak media, Selasa (31/3/2026).

Menyusul isu dampak dari adanya temuan kasus asusila oleh salah satu oknum guru Madrasah Tsanawiyah (MTs), di kawasan Sawangan, Kota Depok yang diduga mengidap HIV. Devi menyatakan bahwa pihaknya (Dinas Kesehatan) belum menerima laporan adanya keterkaitan langsung.

Maka itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan memahami cara penularan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

“HIV umumnya menular melalui kontak atau perilaku berisiko tinggi, seperti hubungan seksual tidak aman, kontak seksual (heteroseksual maupun homoseksual) dengan individu terinfeksi yang tidak mengakses pengobatan Antiretroviral (ARV),” jelas Devi.

“Penularan dari ibu hamil yang terinfeksi kepada janin dalam kandungan. Pemakaian jarum narkotika suntik secara bergantian atau tidak steril,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Depok mengambil langkah dengan terus melakukan pencegahan menggencarkan promosi kesehatan guna menekan angka penularan. 

Langkah pencegahan tersebut diantaranya meliputi sosialisasi terhadap bahaya perilaku seks yang aman, menghindari penggunaan narkoba suntik, serta penggunaan alat kontrasepsi bagi kelompok berisiko.

“Bagi warga yang ingin melakukan deteksi dini, seluruh Puskesmas di Kota Depok saat ini telah mampu memberikan layanan konseling dan tes HIV secara terjaga kerahasiaannya,” bebernya.

Sementara itu, bagi orang yang telah terlanjur terpapar dengan HIV (ODHIV). Pihaknya juga sudah menyediakan layanan penanganan medis di sejumlah rumah sakit dan klinik berupa pemeriksaan Viral Load dan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP). 

Adapun layanan tersebut diantaranya tersedia di RSUD Khidmat Sehat Afiat (KiSA), RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA), RS Bhayangkara BRIMOB, RS Universitas Indonesia (RSUI), RS Hermina, RS Sentra Medika Cisalak, UPTD Puskesmas Cimanggis, Cipayung, Tapos, Pancoranmas, Cinere, serta Klinik Sujitama.

“Dengan ketersediaan layanan yang tersebar di berbagai titik. Pemerintah Kota Depok berharap, para penderita dapat menjalani pengobatan secara rutin demi meningkatkan kualitas hidup dan memutus rantai penularan,” pungkas Devi. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini