Ledakan Dahsyat di Gudang Elpiji Cimuning, 10 Orang Terluka

Redaktur author photo
Ledakan SPBE milik PT IAK terekam dari kejauhan oleh warga

inijabar.com, Kota Bekasi - Ledakan dahsyat mengguncang kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam. Insiden tersebut terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan memicu kebakaran hebat yang dengan cepat melalap area pergudangan.

Sebanyak 10 orang mengalami luka bakar serius akibat ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita, pada Rabu 1 April 2026.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cinyosong, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, dan sempat membuat warga sekitar panik.

Relawan PMI, Indra Septian, mengungkapkan bahwa para korban saat ini tengah menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

“Untuk sampai saat ini ada 10 orang yang menjadi korban ledakan,” ujar Indra kepada awak media, Kamis 2 April 2026.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menyebutkan, kobaran api pertama kali muncul dari bagian gudang penyimpanan gas elpiji. Dalam hitungan menit, api langsung membesar dan disertai dentuman keras yang membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

“Berdasarkan identifikasi awal, sumber api diduga berasal dari gudang penyimpanan elpiji. Api cepat merambat karena material mudah terbakar,” ujar Kabid Penyelamatan Disdamkarmat Kota Bekasi, Namar Naris.

Sejumlah saksi mata mengaku mendengar ledakan keras hingga radius beberapa ratus meter. Getaran bahkan terasa hingga ke permukiman warga, memicu kepanikan massal di tengah malam.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berjibaku menjinakkan api. Namun, besarnya kobaran serta potensi ledakan susulan dari tabung gas membuat proses pemadaman berlangsung dramatis dan penuh risiko.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban jiwa maupun luka-luka. Petugas masih melakukan pendinginan serta penyisiran di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Pihak berwenang juga telah memasang garis pengaman dan mengimbau warga untuk menjauh dari lokasi guna menghindari bahaya ledakan lanjutan.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun, insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan di fasilitas penyimpanan bahan mudah terbakar di kawasan padat penduduk.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini