![]() |
| Proses evakuasi korban dari pinggir kali. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Pihak keluarga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan tertimbun lumpur di pinggir Kali Bekasi, merupakan MIM (22), pemuda yang hanyut sejak Sabtu (23/5/2026) lalu.
Kepastian tersebut diperoleh setelah keluarga melakukan proses identifikasi fisik secara langsung di RSUD Kota Bekasi, Kamis (28/5/2026) malam.
Proses identifikasi yang rampung pada pukul 20.24 WIB tersebut, mencocokkan sejumlah tanda lahir dan ciri fisik korban, yang identik dengan laporan kehilangan dari pihak keluarga.
Koordinator Unit Siaga Basarnas Bekasi, Erdi Jatmiko, mengungkapkan bahwa pihak keluarga mengenali korban salah satunya melalui tanda bekas luka yang ada pada bagian kaki.
"Keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Muhammad Iksan Maulana berdasarkan ciri-ciri fisik, di antaranya luka pada kaki kanan dan ibu jari kaki kiri," ujar Erdi, Jumat (29/5/2026).
Terkait prosedur hukum lebih lanjut, Erdi menyebut, pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarga menolak tindakan autopsi dan hanya mengizinkan petugas medis, melakukan pemeriksaan luar pada jenazah.
“Pihak keluarga sudah membuat pernyataan keberatan untuk dilakukan autopsi dan hanya dilakukan visum luar,” kata Erdi.
Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB, setelah menggelar operasi pencarian intensif selama lima hari. Regu pencari menemukan korban terdampar di daratan tepi sungai, dalam kondisi tertimbun endapan lumpur yang cukup tebal.
Lokasi penemuan jasad tersebut, diketahui berada sangat jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam di kawasan Jatiasih, yakni berjarak sekitar 10,82 kilometer. Derasnya arus akibat lonjakan debit air kiriman dari wilayah hulu, ditengarai menjadi penyebab tubuh korban terbawa hingga melewati Bendungan Prisdo.
“Korban ditemukan berada di daratan pinggir kali, bukan di air. Kondisinya tertimbun lumpur," jelas Erdi mengenai situasi di lapangan.
Kondisi arus yang ekstrem selama beberapa hari terakhir, diduga kuat juga membuat pakaian yang dikenakan korban terlepas seluruhnya, sebelum akhirnya tubuh korban tersangkut pada belokan sungai.
Operasi kemanusiaan yang berlangsung selama lima hari itu melibatkan sinergi besar dari tim SAR gabungan, mulai dari Basarnas Kota Bekasi, BPBD Kota Bekasi, Polsek Jatiasih, Semut Rescue, SAR MTA, hingga puluhan relawan potensi SAR lainnya. (Pandu)



