Punya 4 Dapur MBG, Wabup Kuningan Akhirnya Akui Masih Saudara dengan Eks Kepala BGN

Redaktur author photo
Wabup Kuningan Tutu Andriani yang mengakui masih ada hubungan saudara dengan Dadan Indrayana yang kini ditahan di Kejagung.

inijabar.com, Kuningan – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani atau yang akrab disapa Amih Tuti, akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut dirinya menguasai hingga 19 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan.

Dalam pernyataannya, Amih Tuti membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa dirinya hanya memiliki empat lokasi dapur MBG yang resmi dikelola.

"Saya hanya memiliki empat dapur," tegas Amih Tuti dalam sebuah acara di Kuningan, Sabtu (6/6/2026).

Empat lokasi dapur MBG yang disebutkan Amih Tuti berada di Rumah Dinas Cijoho, Pesona Alam, Wisma Asri, Kantor Notaris

Menurutnya, informasi yang menyebut ada 19 dapur MBG yang terkait dengan dirinya tidak sesuai fakta.

Bantah Ada Titipan Nama

Dalam klarifikasinya, Amih Tuti juga menegaskan tidak ada pihak mana pun yang menitipkan nama atau menggunakan namanya untuk mengelola dapur MBG lain di luar empat lokasi tersebut.

Pernyataan itu sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait keterlibatan dirinya dalam pengelolaan jaringan dapur MBG di Kabupaten Kuningan.

"Tidak ada yang menitipkan nama atau menggunakan nama saya untuk dapur-dapur lainnya," tegasnya.

Klarifikasi tersebut menjadi penting mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang saat ini mendapat perhatian luas dari publik, termasuk terkait transparansi pengelolaan dan penunjukan mitra pelaksana di daerah.

Akui Punya Hubungan Keluarga dengan Dadan Hindayana

Selain menjawab isu jumlah dapur MBG, Amih Tuti juga mengakui memiliki hubungan kekerabatan dengan Dadan Hindayana.

Ia menjelaskan bahwa hubungan tersebut berasal dari garis keluarga suaminya.

"Itu saudara dari suami dan namanya saudara ya tetap saudara," ujar Amih Tuti.

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik mengenai keterkaitan sejumlah pihak dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Sorotan Publik Bukan Lagi Soal Jumlah Dapur

Meski Amih Tuti telah meluruskan informasi mengenai jumlah dapur yang dimilikinya, polemik ini menunjukkan bahwa publik kini tidak hanya mempertanyakan berapa banyak dapur MBG yang dikelola oleh seseorang.

Pertanyaan yang lebih besar adalah bagaimana mekanisme penunjukan pengelola dapur dilakukan, apakah terdapat potensi konflik kepentingan, serta sejauh mana transparansi dijalankan dalam program yang menggunakan anggaran negara tersebut.

Klarifikasi Amih Tuti setidaknya memberikan jawaban atas satu isu utama, yakni bahwa dirinya hanya memiliki empat dapur MBG dan bukan 19 dapur sebagaimana isu yang beredar.

Namun demikian, keterbukaan data mengenai pemilik, pengelola, dan jaringan dapur MBG di setiap daerah diperkirakan akan tetap menjadi perhatian publik demi menjaga akuntabilitas program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat tersebut.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini