![]() |
| Salah satu petugas sedang melaksanakan tindakan sunatan pada salah satu anak di acara sosial GPM |
inijabar.com, Depok – Momentum peringatan 1 Muharram 1448 H menjadi aksi nyata bagi Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Pengawalan Masyarakat (GPM). Mengusung tagline semangat "Rakyat Bantu Rakyat", GPM menggelar aksi sosial sunatan massal bagi 100 anak yang berlangsung, di Lagak Hall, kawasan Cimanggis, Kota Depok, Rabu (1/7/2026).
Aksi sosial ini juga hadir sekaligus menjadi momentum kepedulian di tengah tantangan ekonomi global yang tengah melanda, serta menjadi bukti komitmen GPM untuk selalu dekat dengan masyarakat.
Ketua Umum GPM, Yusnizar mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari rasa empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang beragam. Meski persiapan dilakukan secara mendadak, antusiasme warga luar biasa hingga melampaui ekspektasi panitia.
"Mungkin dengan pergerakan GPM ini, paling sedikit kita bisa meringankan beban masyarakat. Kalau kita membuat gerakan untuk kebaikan orang lain, Allah pasti memberikan kita lebih dari yang kita harapkan," ujar Yusnizar kepada awak media, disela acara Rabu (1/7/2026).
Dia juga berpesan agar GPM bisa menjadi role model bagi organisasi masyarakat lainnya untuk fokus pada program-program terkait pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, ketimbang melakukan aksi di jalanan.
"Mudah-mudahan kita juga jangan sedikit-sedikit diajak demo. Bukan cara seperti itu yang kita mau. Tapi kita tetap mendukung program pemerintah, yang penting yang lebih utamanya kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Dirinya juga mengapresiasi keberhasilan acara ini yang tidak lepas dari dukungan sosok Dewan Pembina GPM baru, Haidar Alwi. Menurutnya, kolaborasi ini langsung membawa dampak masif bagi program kerja GPM ke depan.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya GPM rutin menyantuni 200 anak yatim secara mandiri, maka tahun ini target tersebut meningkat. Pada acara puncak gebyar GPM yang akan digelar pada 11 Juli 2026 mendatang, GPM juga akan menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim.
Sementara itu, Dewan Pembina GPM, Haidar Alwi, menjelaskan bahwa sinergi ini dikoneksikan dengan yayasan sosial miliknya, Haidar Alwi Care, yang tercatat telah menyalurkan lebih dari 1,8 juta santunan di seluruh Indonesia.
Menurut Haidar, aksi masif seperti ini sangat krusial mengingat kondisi ekonomi dunia termasuk negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa yang tengah mengalami fase sulit hingga diprediksi baru akan pulih (recovery) pada tahun 2028.
"Kehadiran GPM ini menjadi angin segar buat rakyat. Melalui gerakan masif yang sifatnya 'rakyat bantu rakyat' ini, beban berat yang dirasakan masyarakat bisa sedikit terobati. Kita saling bahu-membahu menjaga sesama," pungkas Haidar Alwi.
Melalui momentum tahun baru Islam ini, GPM berharap kepengurusannya dapat segera melebarkan sayapnya ke seluruh penjuru Indonesia demi menebar lebih banyak manfaat dan membawa GPM semakin jaya di masa mendatang. (Risky)



