HIPMI Ajak Pengusaha dan Pemkot Bekasi Kolaborasi Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Redaktur author photo
Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bekasi, Temi Hermanto.

inijabar.com, Kota Bekasi - Lonjakan suhu udara dan cuaca panas ekstrem yang makin sering melanda wilayah perkotaan, memicu kekhawatiran terkait kesiapan infrastruktur serta kenyamanan hidup masyarakat.

Merespons ancaman fenomena global warming tersebut, Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bekasi, mendesak penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor usaha, dan warga untuk menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai mendesak, agar pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi yang pesat, tetap sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.

Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bekasi, Temi Hermanto, menegaskan bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan persoalan nyata yang harus direspon dengan aksi konkrit saat ini.

"Kota Bekasi sebagai salah satu kota penyangga memiliki tantangan besar dalam menghadapi perubahan iklim. Pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan, tetapi harus diimbangi dengan komitmen menjaga lingkungan. Dunia usaha siap menjadi bagian dari solusi melalui inovasi, efisiensi energi, dan investasi ramah lingkungan," kata Temi di kantornya, Senin (27/7/2026).

Guna menekan laju emisi dan pemanasan suhu kota, BPC HIPMI Kota Bekasi mendorong Pemerintah Pusat dan Pemkot Bekasi, untuk memperketat regulasi pendukung ekosistem hijau.

Beberapa poin prioritas yang disuarakan meliputi perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), integrasi transportasi publik untuk menekan pencemaran udara, percepatan pemanfaatan energi bersih, hingga edukasi pemilahan limbah di masyarakat.

Di sisi internal dunia usaha, Temi mengimbau para pelaku industri dan UMKM, untuk mulai bertransisi menerapkan praktik bisnis berprinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Temi menambahkan, keberhasilan adaptasi krisis iklim sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah.

"Menghadapi perubahan iklim bukan hanya tugas pemerintah. Dunia usaha, organisasi masyarakat, akademisi, dan masyarakat harus bergandengan tangan. Kolaborasi adalah kunci untuk mewariskan Kota Bekasi yang lebih hijau, sehat, dan berdaya saing kepada generasi mendatang," ujar Temi.

Melalui komitmen ini, pengusaha muda di Kota Bekasi menyatakan kesiapannya mengambil peran aktif  dalam program penanaman pohon, pengelolaan sampah terpadu, dan efisiensi konsumsi energi di sektor usaha masing-masing. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini