![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Jakarta- Kelangkaan LPG 3 Kg yang sempat dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Subang dan Kabupaten Majalengka mendapat respons dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB). Perusahaan menyalurkan tambahan pasokan atau extra dropping lebih dari 292 metrik ton untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa konsumsi LPG bersubsidi di kedua daerah mengalami peningkatan sehingga membutuhkan suplai tambahan agar distribusi tetap normal. Pertamina menegaskan penambahan pasokan dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan stok di tingkat pangkalan dan mencegah kekosongan yang berpotensi memicu antrean maupun kenaikan harga di tingkat pengecer.
Untuk Kabupaten Majalengka, Pertamina mengalokasikan tambahan sekitar 154 metrik ton. Sebanyak 55 metrik ton telah disalurkan selama periode 23–31 Juli 2026, sedangkan 99 metrik ton lainnya akan dikirim secara bertahap sepanjang Agustus 2026.
Sementara itu, Kabupaten Subang memperoleh tambahan pasokan sekitar 138 metrik ton yang didistribusikan pada 20–30 Juli 2026. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 75 persen dari alokasi harian LPG 3 Kg di wilayah tersebut, sehingga diharapkan mampu mengatasi kelangkaan yang sempat dirasakan masyarakat.
Kelangkaan Dipicu Lonjakan Permintaan
Secara umum, kelangkaan LPG 3 Kg dapat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan, distribusi yang tidak merata, hingga adanya pembelian dalam jumlah besar pada waktu tertentu. Kondisi tersebut sering membuat stok di pangkalan cepat habis meski pasokan secara keseluruhan masih tersedia.
Dengan tambahan pasokan ini, Pertamina berharap distribusi kembali stabil sehingga masyarakat yang memang berhak menggunakan LPG subsidi tidak mengalami kesulitan memperoleh tabung gas melon.
Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi sesuai harga eceran yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini penting untuk menghindari lonjakan harga di tingkat pengecer sekaligus memastikan subsidi energi tepat sasaran.
Penambahan lebih dari 292 metrik ton LPG bersubsidi menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan di Subang dan Majalengka. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) karena distribusi tambahan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.(*)



