Pemuda Sukadana Sulap Kelapa Jadi Cuan, Harga Panen Petani Naik Dua Kali Lipat

Redaktur author photo
Dede pemuda asal Dusun Salegok Kec.Sukadana saat mengolah kopra

inijabar.com, Ciamis – Potensi kelapa yang melimpah di Dusun Salegok, Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, mulai memberikan dampak ekonomi yang lebih besar berkat inovasi yang dilakukan para pemuda setempat. 

Mereka mengembangkan usaha pengolahan kopra kering sebagai solusi atas rendahnya harga jual kelapa segar yang selama ini dikeluhkan para petani.

Selama bertahun-tahun, petani kelapa di wilayah Sukadana dan sekitarnya menghadapi persoalan klasik. Hasil panen umumnya dijual dalam bentuk kelapa segar dengan harga yang fluktuatif, sementara akses menuju pasar yang lebih luas masih terbatas. Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diterima petani relatif kecil meski potensi kelapa di daerah ini sangat melimpah.

Berangkat dari kondisi tersebut, seorang pemuda lokal bernama Dede menggagas usaha pengolahan kopra kering yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam proses produksinya, Dede menerapkan sistem pengolahan yang lebih higienis dan efisien dibanding metode tradisional. Kelapa yang digunakan dipilih dari buah yang benar-benar tua dan berkualitas, dibeli langsung dari petani setempat. Setelah dikupas dan dibelah, daging kelapa dikeringkan menggunakan teknik pengasapan (garang) dengan pengaturan suhu yang terkontrol sehingga kadar air lebih stabil dan mutu kopra tetap terjaga.

Hasil pengolahan kemudian dikemas dengan baik agar memenuhi standar pemasaran dan siap dipasok kepada pedagang minyak kelapa, industri makanan, hingga pembeli dari luar daerah.

"Kami tidak hanya berusaha untuk diri sendiri, tetapi juga ingin membantu petani kelapa mendapatkan harga yang lebih baik dengan membeli hasil panen mereka secara langsung," ujar Dede.

Menurutnya, pengolahan kelapa menjadi kopra mampu meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut. Jika dibandingkan dengan menjual kelapa segar, nilai jual kopra dapat meningkat hingga dua kali lipat sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar, baik bagi pelaku usaha maupun petani sebagai pemasok bahan baku.

Selain meningkatkan pendapatan petani, usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda dan warga sekitar. Mereka dilibatkan dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari pengupasan kelapa, proses pengeringan, penyortiran, hingga pengemasan produk.

Model usaha ini dinilai menjadi contoh nyata bagaimana potensi sumber daya alam desa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi tanpa meninggalkan prinsip ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan memberdayakan masyarakat sekitar, usaha kopra kering di Dusun Salegok diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa.

Ke depan, para pelaku usaha berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah melalui pelatihan peningkatan kualitas produksi, bantuan peralatan pengolahan yang lebih modern, serta perluasan akses pasar agar produk kopra asal Sukadana mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Apabila mendapat dukungan yang berkelanjutan, usaha pengolahan kopra kering ini berpotensi berkembang menjadi sentra industri berbasis kelapa yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Ciamis.(diki)

Share:
Komentar

Berita Terkini