60 Personil BAGUNA PDI Perjuangan Depok Siaga Bencana Ikuti Latsar Dapur Umum

Redaktur author photo
Kegiatan Latsar Dapur Umum yang dilaksanakan Baguna PDIP Depok

inijabar.com, Depok - Sebanyak 60 personel Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Kota Depok mengikuti Latihan Dasar (Latsar) Dapur Umum di Jalan Mangga Raya, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan Latsar ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat bencana agar lebih terarah dan terkoordinasi.

Pelatihan ini juga dirancang untuk memberikan pembekalan menyeluruh, mulai dari peningkatan kemampuan personel, pengelolaan logistik, pembagian tugas, hingga sistem koordinasi. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Yuni Indriany menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan merupakan salah satu elemen paling mendasar yang harus segera diatasi ketika masyarakat berada dalam kondisi darurat.

"Sebenarnya ini bagian penting dari pembelajaran tanggap bencana ya. Biasanya kalau tanggap bencana itu yang pasti dibutuhkan adalah logistik, terutama makanan. Hari ini kita belajar, jika ada kejadian bencana, BAGUNA Kota Depok sudah siap dengan Latsar dapur umum," ujar Yuni saat ditemui awak media di lokasi kegiatan.

Pembekalan Teknis dan Manajemen Logistik Menyeluruh

Latsar ini tidak hanya berfokus pada keterampilan memasak, tetapi juga melatih para relawan untuk memahami seluruh rangkaian operasional dapur umum. Peserta dilatih mulai dari tahap perencanaan kebutuhan, berbelanja bahan pangan, proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan kepada masyarakat.

Yuni menambahkan, dengan keragaman latar belakang para relawan justru menjadi kekuatan dalam membangun kerja sama tim yang solid. Dengan bimbingan langsung dari Kepala BAGUNA Kota Depok, Citra Berliana Putri, yang memiliki latar belakang sebagai seorang koki profesional (Chef), para peserta sekaligus mendapatkan panduan teknis yang terstandar.

"Kesiapsiagaannya mencakup semuanya ini ya, dari mulai memasak sendiri hingga berbelanja. Karena tidak semua latar belakang teman-teman ini bisa memasak, melalui latihan ini setiap relawan diharapkan memahami tugas masing-masing dan siap menyesuaikan diri di lapangan," tambahnya.

Keberlanjutan Program dan Kepedulian Sosial

Sebagai bagian dari simulasi praktis, hampir 300 paket nasi boks hasil latihan para relawan langsung dibagikan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud penguatan kepedulian sosial di lingkungan setempat.

Guna menjaga agar keterampilan relawan tetap terasah, kata Yuni ke depan DPC PDI Perjuangan Kota Depok berencana akan menjadikan kegiatan dapur umum sebagai agenda rutin yang berkelanjutan di masa normal. Aktivitas ini rencananya akan diintegrasikan dengan program sosial kemasyarakatan, seperti kegiatan Jumat Berkah atau kegiatan sosial lainnya.

"Ke depannya, BAGUNA juga akan punya agenda rutin ya, yang nantinya akan dibiasakan membuat dapur umum untuk kegiatan seperti Jumat Berkah atau seperti apa lah yang semacam itu. Dengan cara ini, saat kondisi normal kita tetap dapat membangun kapasitas sekaligus memperluas manfaat sosial bagi masyarakat," jelas Yuni.

“Nah, mengisi kekosongan ini kita lakukan hal-hal positif, bergerak tetap ke masyarakat, kerja-kerja buat masyarakat melalui tadi, ada Jumat Berkah gitu ya, dengan masak sendiri, punya dapur sendiri, dan lainnya lagi,” tambahnya.

Koordinasi Nasional dan Kesiapan Mobilisasi

Menurut wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Depok itu kegiatan tersebut juga sejalan dengan pergerakan BAGUNA secara nasional. Agenda serupa, kata dia, dilaksanakan juga di berbagai daerah sebagai bagian dari arahan organisasi.

“Seluruh Indonesia seperti itu instruksinya dari Ibu Ketum. Kebetulan Kepala BAGUNA juga Ibu Tri Rismaharini. Beliau melakukan agenda kegiatan serupa seluruh Indonesia,” jelasnya.

Kesiapsiagaan itu juga mencakup kemampuan untuk bergerak ketika terjadi bencana di wilayah lain. 

Menanggapi informasi mengenai adanya Bencana Gempa Bumi yang melanda wilayah Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini. Yuni memastikan BAGUNA Kota Depok siap dikerahkan apabila mendapat instruksi dari tingkat pusat.

“Kalau memang kita diinstruksikan untuk kita ke sana, ya pastinya BAGUNA Kota Depok harus siap. Kita akan bergabung dengan BAGUNA DPP,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yuni menilai kesiapan dapur umum tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel atau ketersediaan peralatan. Respons yang efektif membutuhkan perencanaan kebutuhan pangan, ketepatan pembagian tugas, kebersihan dan keamanan makanan, pengaturan waktu, proses pengemasan, hingga distribusi yang terkoordinasi.

Setiap tahapan memiliki peran penting. Kesalahan dalam satu bagian dapat memengaruhi keseluruhan proses, terutama ketika dapur umum harus melayani masyarakat dalam jumlah besar dan situasi yang serba terbatas. Latihan dalam kondisi normal menjadi ruang untuk menguji kemampuan, membangun disiplin kerja, sekaligus memperkuat koordinasi antar personel.

Yuni juga mengingatkan seluruh jajaran BAGUNA untuk menjaga semangat dan konsistensi pengabdian kepada masyarakat.

“Teman-teman BAGUNA juga jangan pernah lelah, semangat terus, berjuang terus, karena ini bagian dari amal ibadah kita dan perjuangan kerja-kerja kita menjadi PDI Perjuangan yang luar biasa,” terangnya.

Dengan moto ‘Satyam Eva Jayate’ kata Yuni bahwa kebenaran akan menemukan jalannya melalui kerja nyata. Dari latihan, BAGUNA membangun kapasitas, dari dapur umum, keterampilan diterapkan, dan melalui kegiatan sosial, kepedulian kepada masyarakat terus dihidupkan.

“Merdeka untuk rakyat, siaga untuk kemanusiaan!,” pungkasnya. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini