Seleksi Capim Baznas Garut Disorot, Ulama Sebut Ajang Bagi-Bagi Kursi Ormas, Bupati Ikut Bermain?

Redaktur author photo
Pimpinan Pomdok Suci 2 Garut KH.Abdurahman Al Qudsy

inijabar.com, Garut- Proses seleksi Calon Pimpinan (Capim) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut periode 2026–2031 menuai sorotan tajam. Pimpinan Pondok Suci 2 Garut, KH Abdurahman Al Qudsy, menilai tahapan seleksi mulai dari administrasi hingga tes Computer Assisted Test (CAT) didominasi kepentingan organisasi kemasyarakatan (ormas), bukan profesionalisme.

Menurut pria yang akrab disapa Ceng Qudsi itu, komposisi peserta yang lolos seleksi administrasi menunjukkan kuatnya dominasi rekomendasi dari berbagai ormas Islam.

"Silakan cek daftar peserta yang lolos. Hampir sebagian besar mendapat rekomendasi dari ormas seperti NU, Muhammadiyah, Persis, maupun Sarekat Islam. Sementara dari kalangan profesional atau akademisi jumlahnya sangat sedikit," ujar KH Abdurahman Al Qudsy, Rabu (19/8/2026).

Ia menilai pola tersebut membuat regenerasi kepemimpinan Baznas Garut sulit mengalami perubahan berarti.

Seleksi Dinilai Hanya Bagi-Bagi Kursi

Qudsy menilai proses seleksi yang berlangsung saat ini hanya menjadi ajang pembagian jatah antarormas. Akibatnya, peluang kalangan profesional yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan zakat menjadi semakin kecil.

Menurutnya, Baznas membutuhkan figur yang memahami tata kelola zakat secara modern, transparan, dan mampu mengembangkan potensi zakat di luar zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya yakin calon pimpinan nanti hampir tidak ada dari kalangan profesional atau akademisi karena mereka tidak memiliki dukungan ormas ataupun kedekatan dengan penguasa," tegasnya.

Bupati Garut Dituding Ikut Menentukan Komposisi

Dalam pernyataannya, Qudsy juga menuding adanya keterlibatan Bupati Garut dalam menentukan komposisi calon pimpinan Baznas.

Menurutnya, karena Surat Keputusan (SK) pengangkatan pimpinan Baznas ditandatangani oleh kepala daerah, maka peluang intervensi politik dinilai terbuka.

"Bukan rahasia umum lagi. Sangat mungkin ada titipan karena SK ditandatangani Bupati. Seleksi ini jangan sampai hanya menjadi kepentingan politik atau kongkalikong, bukan untuk kepentingan pengelolaan dana umat," ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan tudingan dari narasumber. Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat tanggapan atau klarifikasi dari Bupati Garut maupun Panitia Seleksi Capim Baznas terkait tudingan tersebut.

Soroti Kinerja Baznas Garut

Selain menyoroti proses seleksi, Qudsy juga mengkritik kinerja Baznas Garut selama ini yang dinilai belum maksimal dalam menggali potensi zakat.

Menurutnya, selama beberapa periode terakhir, Baznas lebih banyak mengelola zakat profesi ASN yang dipotong melalui kebijakan pemerintah daerah tanpa melakukan terobosan mencari sumber zakat baru.

Ia menilai masih banyak potensi zakat yang belum digarap, mulai dari perusahaan swasta, BUMN, BUMD, pelaku usaha hingga masyarakat mampu di Kabupaten Garut.

"Coba lihat, apakah ada terobosan menggali zakat dari perusahaan besar atau para pengusaha? Yang selama ini dikelola hanya zakat profesi ASN setiap bulan," katanya.

Minta Baznas Pusat Bertindak

Qudsy berharap Baznas RI berani melakukan evaluasi terhadap proses seleksi calon pimpinan Baznas Garut agar menghasilkan figur yang benar-benar profesional.

Ia mengusulkan tiga langkah penting, yakni:

Mengedepankan profesionalisme dibanding kepentingan ormas.

Memilih pimpinan yang mampu menggali potensi zakat baru di luar zakat profesi ASN.

Membangun transparansi agar kepercayaan masyarakat terhadap Baznas semakin meningkat.

Menurutnya, apabila pengelolaan dilakukan secara profesional dan akuntabel, dana zakat dapat berkontribusi lebih besar terhadap pengentasan kemiskinan, bantuan pendidikan, pembangunan rumah tidak layak huni, hingga pembangunan sarana keagamaan.

"Kalau Baznas dikelola dengan baik dan transparan, saya yakin masyarakat akan semakin percaya dan sukarela menyalurkan zakatnya melalui Baznas," pungkasnya.(yoes)

Share:
Komentar

Berita Terkini