STT Bina Tunggal Dorong Program Green Campus dan Penguatan UMKM Mahasiswa

Redaktur author photo
Peluncuran penyediaan stasiun ultra fast charging EV iGreen+ di STT Bina Tunggal.

inijabar.com, Kota Bekasi - Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bina Tunggal, menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan berbasis keberlanjutan, melalui peluncuran program Green Campus.

Selain berfokus pada penerapan teknologi ramah lingkungan, rangkaian agenda ini turut menghadirkan workshop pelatihan entrepreneurship UMKM, serta seminar pengembangan kapasitas, guna mencetak mahasiswa yang adaptif dan berjiwa kewirausahaan.

Sebagai bagian dari integrasi teknologi hijau di area kampus, STT Bina Tunggal menjalin kemitraan strategis bersama iGreen+ (PT Niscala Energi Indonesia) untuk penyediaan stasiun pengisian daya cepat (ultra-fast charging) kendaraan listrik (EV).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STT Bina Tunggal, Benny Tunggul, menyampaikan bahwa penempatan fasilitas pengisian daya di area kampus merupakan langkah nyata menjawab pertumbuhan pesat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus mendukung transisi energi ramah lingkungan.

"Berdasarkan data pertemuan Himpunan Pengusaha Mobil Listrik, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia saat ini sudah merebut 15 persen dari total kendaraan berbasis bahan bakar fosil. Angka ini diproyeksikan melonjak hingga 30 persen seiring kebijakan percepatan transformasi energi hijau oleh pemerintah," ujar Benny, Sabtu (15/8/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran stasiun pengisian daya di STT Bina Tunggal menyasar dua tantangan utama pengguna EV, yakni ketersediaan titik charging yang strategis dan keandalan daya.

"Kami disini berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, Kadin, serta pihak swasta, STT Bina Tunggal turut membidik pengembangan hingga 20 titik stasiun pengisian daya di wilayah Bekasi," Kata Benny.

Menanggapi kolaborasi tersebut, Business Development Director iGreen+, Sylvia Han, mengungkapkan komitmennya untuk menghadirkan infrastruktur pengisian daya berkualitas tinggi, yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat lokal maupun sektor pendidikan.

"Sebagai perusahaan penyedia layanan pengisian daya kendaraan listrik, kami mengedepankan platform perangkat lunak yang mandiri dan pengisi daya berstandar ketat. Kami memastikan lokasi pengisian daya berada pada jangkauan aman 3 hingga 5 kilometer bagi pengguna, didukung layanan pemeliharaan secara online selama 24 jam," jelas Sylvia.

Sylvia memaparkan, bahwa iGreen+ saat ini telah mengoperasikan lebih dari 40 stasiun pengisian daya dan 20 lokasi lain, dalam tahap konstruksi. Untuk target jangka pendek, pihaknya membidik pembangunan 200 stasiun di wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Bali, serta penambahan hingga 1.000 titik di seluruh Indonesia dalam kurun 3 hingga 5 tahun mendatang.

Tak hanya urusan infrastruktur fisik, program Green Campus ini juga memberi dampak langsung pada peningkatan kapasitas akademik mahasiswa.

Business Development Specialist iGreen+, Yasmin, menerangkan bahwa keberadaan stasiun pengisian daya di lingkungan STT Bina Tunggal, turut memfasilitasi pembelajaran teknis secara langsung (real case) bagi para mahasiswa.

"Saat proses instalasi di lingkungan kampus, kami memfasilitasi mahasiswa untuk belajar langsung di lokasi bersama tim engineer dan support. Mahasiswa dapat melihat implementasi teknologinya secara riil. STT Bina Tunggal menjadi kampus kedua setelah Universitas Esa Unggul, sebelum dilanjutkan ke President University Cikarang," pungkas Yasmin.

Melalui perpaduan program Green Campus, fasilitas teknologi energi terbarukan, seminar edukatif, serta workshop kewirausahaan UMKM, STT Bina Tunggal optimistis mampu melahirkan generasi muda, yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mandiri dan berwawasan lingkungan. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini