|
Menu Close Menu

Pasca Tawuran, Disdik Jabar Pertemukan Kepsek SMAN 10 dan SMKN 2 Kota Bandung

Kamis, 31 Oktober 2019 | 07.19 WIB

inijabar.com, Bandung- Kepala sekolah SMAN 10 dan Kepsek SMK 2 Kota Bandung dipertemukan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat di SMA N 10 Kota Bandung, pasca insiden tawuran pelajar kedua sekolah tersebut Sabtu kemarin.

Selain pihak sekolah, pertemuan juga dihadiri Komite Sekolah, Polsek Bandung Wetan, Polsek Cibeunying, Polrestabes Bandung, serta pegiat Bandung Kondusif.

"Semua pihak bersepakat menjaga kondusifitas di kedua sekolah dan saling komunikasi," ucap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, Rabu (30/10/2019).

Dewi menyerahkan urusan penyelidikan kepada pihak kepolisian. Dirinya telah menginstruksikan kepala sekolah yang disupervisi Kantor Cabang Dinas Wilayah VII agar senantiasa berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Saat ini dari pihak kepolisian masih menyelidiki dan tetap menjaga mengawal di sekolah," ungkapnya.

Dewi menyatakan, kejadian tersebut sama sekali tidak menganggu kegiatan belajar mengajar di kedua sekolah.

"KBM tidak terganggu tetap berjalan kondusif. Para siswa tidak terpengaruh dan para guru dapat melaksanakan tugas mengajar dengan baik sesuai dengan jadwal pelajaran," katanya.

Dewi berpesan kepada kedua kepala sekolah agar selalu menjaga kondusifitas sekolah. Sementara kepada para siswa dia minta supaya tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang memancing keributan.

Untuk menghindari kejadian serupa terjadi pada masa mendatang, Dewi meminta setiap kegiatan atau event olahraga antar siswa senantiasa diawasi.

"Event atau lomba betul-betul dipantau, diawasi, diarahkan dan dibimbing oleh Pembina OSIS dari masing-masing sekolah.  Setiap sekolah melaksanakan kegiatan kerohanian dan membina karakter siswa, komunikasi antara pihak sekolah dan orangtua terus terjallin," tuturnya.

Dirinya mendesak kejadian ini menjadi pelajaran bagi para pendidik dan penyelengara pendidikan, bahwa di era media sosial ini isu sekecil apapun bisa menjadi besar dan merugikan masyarakat, seperti yang terjadi saat ini.

"Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa perlu terus memberikan bimbingan dan arahan penggunaan gadget, HP baik dari pihak sekolah maupun orang tua, sehingga para siswa dapat menghindari hal-hal yang negatif dan tidak mudah terprovokasi," tandas Dewi.
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->