|
Menu Close Menu

Komisi II Mendorong Petani Milenial Hadir di Jabar

Rabu, 20 November 2019 | 10.17 WIB
anggota Komisi II DPRD Jabar, Jejen Sayuti
inijabar.com, Bandung- Di era saat ini mencari tenaga pertanian untuk bekerja di lapangan sangat sulit, terlebih bagi tenaga-tenaga muda. Oleh  karena itu, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H.Jejen Sayuti,S.E mendorong Pemerintah agar membuat program  terobosan pertanian milenial. Yang mana, petani harus mulai berubah menjadi modern dan kaya akan inovasi untuk menarik kalangan milenial.Selasa (18/11/210)

"Berbagai upaya untuk menarik anak-anak muda terjun di pertanian seharusnya sudah mulai dilakukan oleh Dinas Pertanian. Maka dari itu Kami  meminta kepada dinas terkait agar secepatnya menggulirkan program percepatan diera modern ini,"katanya.

Menurutnya, ketidaktertarikan anak-anak muda bisa jadi karena mereka belum mengetahui perkembangan dunia pertanian yang sudah sedemikian pesatnya.

“Kita terus memberikan support untuk menarik minat generasi milenial terhadap dunia pertanian. Mulai dari pengenalan pertanian organik, hidroponik, mekanisasi pertanian dari mengolah tanah sampai panen, bahkan sampai dengan pengolahan pascapanen,”terangnya.

Pertanian modern lebih mudah dalam pengolahan, alat mesin pertanian juga semakin canggih dan hasil pertanian organik bernilai ekonomis tinggi. Informasi perkembangan dunia pertanian dipandang perlu untuk disampaikan kepada generasi milenial.

“Dari hasil kunjungan kesetiap kelompok tani, Alhamdulillah, Kami menjumpai kelompok pemuda tani. Artinya ketertarikan sudah mulai ada, tinggal bagaimana kita support kegiatan serta informasi yang dibutuhkan,” tuturnya.

Lebih lanjut Jejen Sayuti menjelaskan, untuk menarik para pekerja muda milenial, maka pertanian harus menggunakan teknologi masa kini atau menerapkan mekanisasi. Penerapan teknologi pertanian ini diharapkan akan lebih menggairahkan sektor pertanian, khususnya di kalangan anak muda.

"Demi menciptakan petani milenial, tentunya bukan hanya support saja.Tapi, Pemerintah harus menyediakan alat - alat yang mendukung dan modern."pungkasnya.(mam)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->