Zainul Miftah Sebut Ada 4 Tantangan Berat Bagi Ketua Golkar Kota Bekasi Nantinya inijabar.com
|
Menu Close Menu

Zainul Miftah Sebut Ada 4 Tantangan Berat Bagi Ketua Golkar Kota Bekasi Nantinya

Rabu, 26 Agustus 2020 | 07.15 WIB

 

inijabar.com, Kota Bekasi- Calon Ketua DPD Golkar Kota Bekasi H. Zainul Miftah menegaskan, setiap kandidat ketua Partai Golkar sudah menjadi keharusan mempunyai visi dan misi untuk kepentingan partai agar bisa menjadi partai terdepan dalam menjalankan amanat dan marwah partai demi rakyat karena suara Partai adalah suara Rakyat.


"Visi saya menjadi salah satu calon ketua Golkar Kota Bekasi untuk selalu menjalankan amanat partai dan menjaga nama baik partai demi terciptanya soliditas yang kuat diantara kader partai. Selain itu saya akan  membuat langkah-langkah perubahan dan perbaikan di internal kader partai dengan program kerja nyata,"bebernya. Rabu (26/8/2020).


Zainul yang namanya sering disingkat HZM ini menjelaskan langkah perubahan dan perbaikan partai yang dimaksudnya.


"Diantaranya; 1. Konsolidasi dengan seluruh kader partai untuk menyusun kembali pengurus partai agar tercipta soliditas diantara kader partai. 2. Meningkatkan SDM para kader partai melalui kegiatan-kegiatan pelatihan. 3. Siap membantu dan mengakomodir program kerja pemerintah baik pusat maupun daerah. 4. Mengevaluasi kembali semua organisasi sayap partai, agar lebih fokus dalam bekerja dan menyerap aspirasi masyarakat. 5. Membentuk dan memberdayakan peran serta anak-anak muda milenial untuk aktif dalam berorganisasi dan komunitas,"jelas HZM.


Dengan semangat terbarukan, HZM siap memimpin DPD Golkar Kota Bekasi. Apapun risikonya dan tantangannya, bersama tim sikat bertekad menjadikan para kader lebih humanistik, zaki (Cerdas) dan milenial. 


"Hebatnya seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari kesuksesan dalam memimpin, tetapi juga sanggup melahirkan calon-calon pemimpin baru masa depan," ujar Ketua HPK Kosgoro 57 Kota Bekasi itu. 


"Namun hal yang paling utama adalah tantangan menaklukkan diri sendiri.Kedua, orang-orang terdekat termasuk keluarga sendiri. Ketiga, tantangan terhadap perubahan zaman yang sangat cepat. Keempat, tantangan menghadapi masyarakat multikultur, etnis dan agama,"pungkasnya.(*)

Bagikan:

Komentar