|
Menu Close Menu

Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 Ton Ubi Jalar Bandung ke Hong Kong

Selasa, 08 September 2020 | 17.52 WIB

inijabar.com, Kabupten Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas 30 ton ubi jalar (Ipomea batatas L) produksi petani Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, untuk di ekspor ke Hong Kong, dalam acara pelepasan di halaman Kantor Desa Pinggirsari, Selasa (8/9/2020). 


"Ubi jalar varietas rancing ini akan dikirim bertahap setiap bulan selama satu tahun dengan total ekspor mencapai 360 ton. Per bulan ada 30 ton yang diekspor dan itu baru ke Hong Kong saja," kata Kang Emil sapaan Ridwan Kamil.


Emil pun mengaku bangga dengan ekspor ubi jalar sebagai bagian dari Gerakan Eksport Tiga Kali (GRATIEKS) produk tanaman pangan di Jabar Tahun 2020 ini. 


Pasalnya, di tengah lesunya perekonomian dunia akibat pandemi global Covid-19, sektor pertanian di Jabar mampu bertahan dan bisa mengekspor. 


"Ketahanan pangan kita tidak terkendala (pandemi) Covid-19, bahkan bisa ekspor, saya tentu sangat bangga karena apa yang diprediksi menjadi kenyataan bahwa salah satu ekonomi yang tangguh terhadap COVID-19 adalah ekonomi pertanian dan salah satu unggulannya yaitu ubi jalar," kata Emil.


Ia menambahkan, ubi jalar yang di ekspor ini bertujuan memenuhi kebutuhan warga Hong Kong sebagai bahan tepung, kue, es krim, dan beragam produk olahan lainnya. 


Dia berharap, surplusnya komodoti ubi jalar di Jabar bisa kembali di ekspor tak hanya ke Hong Kong. 


"Harapan saya ekspor tidak hanya ke Hong Kong, tapi cari negara besar yang punya gaya hidup dan kebutuhan ubi jalar seperti di Hong Kong sehingga bisa (ekspor) ribuan ton. Dan saya hanya titip jaga kualitasnya," tutur Kang Emil. 


Selain itu, Kang Emil juga mendorong generasi muda Jabar untuk mengolah pertanian diiringi dengan kemampuan digital agar pemasaran meningkat. 


 "Kita sedang kampanyekan petani atau peternak milenial yaitu mereka yang tinggal di desa berbisnis ketahanan pangan lalu menggunakan keahlian digital untuk berjualan," ujar Kang Emil. 


Sementara lima daerah di Jabar sebagai sentra utama ubi jalar berada di Garut, Kuningan, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung. Dadan menuturkan, kebutuhan ubi jalar per orang per kapita per tahun di Jabar hanya tiga kilogram. Sementara potensi produksi Jabar mencapai 540 ribu ton. 


"Untuk kebutuhan lokal Jabar saja untuk dikonsumsi totalnya hanya 150 ribu ton saja jadi sisanya untuk proyeksi ekspor," ucapnya. (Fii)

Bagikan:

Komentar