Isu Jelang Pilkada Kota Bekasi, dari Ramainya Pendaftar di PKB Hingga PPP Ogah Koalisi Dengan Tri

Redaktur author photo

 

Ketua DPC PPP Kota Bekasi H.Sholihin salah satu yang mendaftar sebagai calon walikota Bekasi 2024 di PKB Kota Bekasi.

inijabar.com, Kota Bekasi- PKB Kota Bekasi menjadi salah satu partai politik di Kota Bekasi yang banyak diminati para bakal calon walikota Bekasi 2024 selain Partai Golkar menjadi kebanggaan tersendiri pastinya bagi pengurus maupun kader partai berbasis Nahdatul Ulama tersebut.

Apalagi setelah hasil Pemilu Legislatif 2024 kemarin, PKB Kota Bekasi mampu meloloskan 5 anggota legislatif tingkat Kota Bekasi, 1 kursi di tingkat DPRD Jawa Barat dan 1 kursi untuk  DPR RI di dapil Kota Bekasi-Depok.

Menurut Wakil Ketua Desk Pilkada PKB Kota Bekasi, Beny Sangsurya mengatakan, ada penilaian tentang keseriusan dalam bersinergi dengan PKB, salah satunya adalah mengambil, mengisi dan memulangkan formulir pendaftaran sebelum batas waktu yang sudah ditentukan.

“Formulir yang belum dikembalikan dengan lengkap sampai batas waktu yang ditentukan kami anggap gugur, tidak akan kami bawa ke DPW dan DPP PKB. Hanya nama-nama yang sudah mengembalikan dan mengisi form secara lengkap,” ujar Beny, di Kantor DPC PKB Kota Bekasi, Selasa (30/4/2024).

“Sudah ada lima Bakal Calon yang kami anggap serius, karena sudah mengembalikan dan mengisi formulir secara lengkap. Yang pertama mengembalikan adalah Sudjatmiko, Gus Shol (Sholihin), Kemal Hendrayadi, terakhir ada Mochtar Mohamad dan Tri Adhianto,”sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Bekasi Rizky Topananda dari kelima orang yang mendaftar sudah selesai persoalan administrasi.

"Langkah berikut data kelima bakal calon tersebut kita sudah serahkan ke DPW PKB Jabar. Nanti insaAllah akan ada pertemuan silaturahmi semua bakal calon tersebut sebelum ada fit n propertes,"ucap Rizky di kantor DPC PKB. Kota Bekasi.

Dirinya juga mengungkapkan, semua keputusan akan ditentukan oleh DPP PKB siapa yang akan terpilih.

Isu Ketua PPP Kota Bekasi Tolak Koalisi dengan Tri Adhianto.

Isu perkembangan politik jelang Pilkada yang juga tak kalah menarik adalah lobby sejumlah pengurus PDIP Kota Bekasi yang mengajak Ketua PPP Kota Bekasi untuk berkoalisi seperti di elit pusat saat mendukung Ganjar-Mahfud.

Tentunya dengan raihan 9 kursi DPRD Kota Bekasi yang didapat PDIP dan kursi PPP Kota Bekasi yang hanya 2 kursi total 11 kursi dari kedua parpol tersebut sudah layak syarat pencalonan untuk mengusung calon walikota/wakil walikota di Pilkada 2024.

"Infonya pembicaraan pihak Tri Adhianto sudah sampai menawarkan kursi wakil (wakil walikota) jika Gus Shol mau berkoalisi dengan mahar tertentu. Namun Gus Shol belum bersedia, mungkin saja  dengan pertimbangan tidak mau asal koalisi jika potensi menang nya kecil,"beber sumber lagi.

Sekedar diketahui, perkembangan isu politik Pilkada di Kota Bekasi terus berubah karena sampai saat ini belum ada bakal calon yang sudah mantap mendapat rekomendasi kecuali PKS Kota Bekasi yang sudah tidak goyah mengusung Heri Koswara sebagai  Bakal Calon Walikota Bekasi. Kini PKS sedang menjajaki komunikasi politik dengan semua tokoh yang punya potensi bakal menjadi pasangannya.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini