![]() |
| Lokasi runtuhnya mushola di Desa Sukamakmur Ciomas Kabupaten Bogor |
inijabar.com, Kabupaten Bogor- Korban meninggal akibat runtuhnya bangunan Musholah Asohibiyah Desa Sukamakmur Kecamatan Ciomas bertambah satu orang setelah menjalani perawatan di RSUD Bogor.
Total korban meninggal menjadi empat orang dan puluhan lainnya luka-luka.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyambangi korban luka di RSUD Kota Bogor, Senin, 8 September 2025.
Dedi memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis yang layak. Ia juga menegaskan, biaya perawatan para korban akan sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Yang paling penting adalah memastikan semua korban ditangani dengan baik. Ada yang masih dirawat, ada yang pulang dengan pengobatan jalan, bahkan ada yang harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena kondisinya cukup parah. Semua biaya perawatan ini ditanggung Pemprov Jabar," ujar Kang Dedi Mulyadi (KDM) di RSUD Kota Bogor.
KDM mengatakan, soal penyebab ambruknya bangunan majelis taklim sepenuhnya kewenangan kepolisian. Namun, Dia mengingatkan pentingnya memperhatikan standar kelayakan konstruksi dan kapasitas bangunan.
"Kalau kapasitas bangunan hanya 30 orang, jangan diisi 100 sampai 200 orang. Apalagi kalau bangunan berdiri di daerah tebing atau curam, kualitas konstruksi harus benar-benar diperhatikan," ungkapnya.
KDM berharap tragedi ini menjadi pelajaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, serta korban yang masih dirawat segera pulih.
Dia juga menyoroti beban berat yang ditanggung RSUD Kota Bogor. Menurutnya, rumah sakit ini tidak hanya melayani warga Bogor, tetapi juga pasien dari Cianjur, Sukabumi, hingga Depok. Jumlah cakupan penduduk yang harus dilayani mencapai sekitar 14 juta jiwa.
RSUD Kota Bogor ini, kata KDM, rumah sakit tua dengan kapasitas besar, tapi bebannya luar biasa.
"Banyak pasien yang tidak memiliki BPJS atau tidak bisa klaim, sehingga potensi biaya membengkak sangat tinggi. Kalau ada usulan Pemprov Jabar mengelola rumah sakit ini, saya nyatakan siap, karena wilayah layanannya mencakup jutaan penduduk," tuturnya.
Seperti diberitakan, musibah memilukan terjadi di Majelis Taklim Asobiyah pada Minggu pagi 7 September 2025, sekitar pukul 09.00WIB, ketika jamaah sedang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bangunan dua lantai itu tiba-tiba runtuh dan menimpa lebih dari ratusan orang yang berada di dalamnya. 4 orang dilaporkan meninggal dunia dan korban luka lebih dari 70 orang, dengan rincian luka berat, sedang, dan ringan.
Beberapa korban diantaranya masih anak-anak, termasuk balita berusia 2,5 tahun yang mengalami luka berat.
Para korban dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD Kota Bogor, RS PMI, RS Karya Bhakti Pertiwi, RSUD Ciawi, RS Marzuki Mahdi, RS Medika Dramaga, hingga beberapa klinik dan puskesmas sekitar.(*)




