![]() |
| Mulyono pemilik Bakso Mas Hitam di Jatiasih |
inijabar.com, Kota Bekasi- Musim hujan seperti saat ini pastinya membawa berkah bagi pedagang bakso seperti Mulyono yang menamakan bakso nya Bakso Mas Hitam di wilayah Jatiasih.
Usaha bakso yang dirintis Mulyono dimulai awal 1980-an ini terus berjalan hingga kini berkat konsistensi menjaga kualitas dan tekad kuat dalam berusaha.
Awalnya, Mulyono memulai usahanya dengan berjualan bakso keliling menggunakan gerobak dorong di sepitaran wilayah Kelurahan Jatiasih, jauh sebelum wilayah tersebut berkembang seperti sekarang.
“Dulu saya keliling masih dorong. Waktu itu belum ada lampu di sini, masih sepi,” ujar Mulyono. Kamis (29/1/2026)
Nama 'Bakso Mas Hitam' lahir secara alami dari kedekatan dengan para pelanggan. Panggilan “Mas Hitam” yang awalnya hanya sebutan akrab, kemudian melekat dan dijadikan identitas usaha.
Seiring waktu, Mulyono mulai menetap dan membuka lapak tetap setelah mendapat kesempatan menempati kios sederhana di kawasan pertigaan Jatiasih sekitar tahun 1983.
“Awalnya cuma mangkal. Terus ada kios mau dioper, akhirnya saya masuk ke ruko,” jelas Mulyono.
Dalam perjalanannya, keterbatasan modal menjadi tantangan tersendiri. Saat rencana menjual sawah tidak mendapat persetujuan keluarga, Mulyono memilih mencari alternatif lain agar usahanya tetap berjalan.
Ia memperoleh modal dari hasil pinjaman sapi milik tetangga yang kemudian dijual. Dana tersebut digunakan untuk melengkapi peralatan usaha dan kebutuhan tempat berdagang.
Dengan tekad kuat, Bakso Mas Hitam terus berkembang dan dikenal dengan kualitas racikannya. Berbagai menu disajikan, mulai dari bakso halus, bakso urat, bakso telur, hingga bakso isi cincang, dengan bahan utama daging sapi murni.
“Saya Solo asli. Dari dulu prinsip saya pakai daging sapi murni,” ungkap Mulyono.
Konsistensi menjaga mutu membuat usahanya dipercaya melayani berbagai pesanan, termasuk hajatan dan katering hingga ke luar daerah, seperti Jakarta.
Sebelum krisis moneter, usaha Bakso Mas Hitam sempat berada pada masa ramai dengan omzet kotor harian di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per hari.
Namun setelah krisis moneter, terjadi penurunan penjualan. Hingga kini, pendapatan kotor harian berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per hari, namun usaha tetap berjalan dan mampu menopang kebutuhan keluarga.
“Setelah krisis memang turun, tapi alhamdulillah usaha masih bisa jalan,” ujarnya.
Kini, Bakso Mas Hitam berlokasi di Gang H. Awi, Jalan Swatantra II, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, dan tetap menjadi salah satu pilihan warga sekitar.
Setelah puluhan tahun menekuni usaha, Mulyono bersyukur hasil kerja kerasnya mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya.
“Alhamdulillah, semua berangkat dari bakso ini,” katanya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda dan pelaku UMKM agar tetap fokus dan tidak mudah menyerah dalam merintis usaha.
“Niat harus lurus, rajin, dan fokus menjalani usaha,” ucapnya.(firman)




