'Sunda Emperor' Sebuah Film Full Identitas Budaya Sunda

Redaktur author photo


Salah satu potongan adegan di film Sunda Emperor

inijabar.com, Kota Bekasi - Film Sunda Emperor, siap menghadirkan petualangan penuh identitas budaya Sunda ke layar bioskop nasional pada 2026. Film produksi Sapawave Films itu, mengisahkan perjalanan seorang pemuda Sunda oportunis yang tiba-tiba mengetahui dirinya keturunan Raja Sunda.

Diproduseri, disutradarai, dan ditulis oleh Angling Sagaran, film tersebut memadukan drama, komedi, dan petualangan dalam balutan budaya Sunda yang autentik.

"Sunda Emperor berangkat dari keinginan kami menghadirkan cerita 100 persen berbahasa Sunda dengan pendekatan segar dan relevan bagi penonton hari ini," ujar Angling Sagaran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1/2026).

Angling menegaskan, film Sunda Emperor bukan sekadar tentang masa lalu. Menurutnya, identitas dan nilai budaya bisa tetap hidup di masa kini.

"Kami ingin membuktikan cerita daerah punya kekuatan besar tampil di layar lebar secara modern, tanpa kehilangan akar budayanya," katanya.

Film itu mengangkat kisah tiga sahabat dalam perjalanan pencarian jati diri dan sejarah. Cerita berkembang dari simbol koin peninggalan kerajaan Sunda, yang memicu petualangan sekaligus membuka eksplorasi nilai budaya, persahabatan, dan identitas.

Miheng, diperankan Bilal Fadh, adalah pemuda Sunda yang hidup pas-pasan. Ia memulai perjalanan membuktikan kabar dirinya keturunan Raja Sunda.

Ditemani dua sahabatnya, Ohim (Maghara Adipura) dan Ece (Vansa Be), serta kehadiran tak terduga Eti (Laura Moane), pencarian tersebut berubah menjadi petualangan penuh konflik.

Mereka berhadapan dengan ancaman Iwan Gesrek (Itings Meledax) dan Boss Pepey (Yujeng Hensem). Perjalanan ini menjadi pertaruhan nasib, persahabatan, dan keberanian menentukan pilihan hidup.

Dalam keterangannya, Laura mengaku, menghadapi tantangan besar memerankan Neng Eti. Pasalnya, film tersebut 100 persen menggunakan bahasa Sunda.

"Dari awal proses reading hingga syuting, aku banyak belajar dan dibimbing sutradara serta teman-teman cast di lokasi syuting," papar Laura.

Ia mengaku, harus mempelajari pelafalan hingga cara bertutur kata, agar terdengar natural saat mengucapkan bahasa Sunda.

"Dengan dukungan mereka, akhirnya aku bisa mudah beradaptasi melafalkan bahasa Sunda sampai proses syuting selesai," jelas Laura.

Dalam video first look dan cast reveal, film Sunda Emperor menampilkan kehadiran sejumlah kreator Sunda, yang turut meramaikan film tersebut.

Kehadiran para kreator menjadi bagian strategi film membangun kedekatan dengan audiens, khususnya generasi muda, sekaligus memperluas jangkauan promosi di ruang digital.

Sementara itu, pendiri Sapawave Films sekaligus Eksekutif Produser, Much Risman, menegaskan komitmennya menghadirkan Sunda Emperor, sebagai film berbahasa daerah yang punya daya saing di level nasional.

"Sunda Emperor kami hadirkan sebagai representasi, bagaimana budaya bisa dikemas secara segar dan komunikatif untuk penonton masa kini, tanpa kehilangan identitasnya," papar Risman.

Menurutnya, hal tersebut adalah langkah Sapawave Films, untuk terus mendorong cerita daerah agar mendapat tempat layak di industri perfilman Indonesia.

"Film ini didukung visual sinematik yang menampilkan keindahan panorama alam Sukabumi. Sunda Emperor menawarkan pengalaman menonton, yang tidak hanya bercerita, tetapi juga memanjakan mata," pungkasnya.

Dengan pendekatan cerita segar, visual kuat, serta komitmen menghadirkan budaya Sunda secara autentik dan relevan, Sunda Emperor diharapkan menjadi warna baru dalam industri perfilman Indonesia. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini