![]() |
| Drama adu pinalti antara PSGC Ciamis vs Persiba Bantul |
inijabar.com, Solo- Drama penuh emosi tersaji di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (7/2/2026). Di bawah guyuran hujan dan tekanan laga hidup-mati, PSGC Ciamis akhirnya memastikan satu tiket terakhir promosi ke Liga 2 Championship musim depan, usai menumbangkan Persiba Bantul lewat adu penalti dengan skor 4-2 (2-2) pada laga play-off promosi Liga Nusantara 2025/2026.
Laga perebutan juara ketiga itu berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil ofensif, sadar betul hanya satu kemenangan yang memisahkan mereka dari kasta kedua sepak bola nasional.
PSGC membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-23. Shahih Elang Rishandy sukses mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan tajam, memanfaatkan sepak pojok yang gagal diantisipasi lini belakang Persiba Bantul. Skor 1-0 untuk Laskar Singacala.
Tertinggal, Persiba Bantul langsung merespons. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-40. Kapten tim Fachrizal Maulana menyamakan kedudukan menjadi 1-1, juga melalui sundulan hasil situasi bola mati.
Namun drama belum berhenti. Menjelang turun minum, PSGC kembali unggul. Sidang Iskus mencetak gol pada menit ke-45 dan membawa PSGC menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.
Memasuki babak kedua, Persiba Bantul tampil lebih menekan. Sebaliknya, PSGC memilih bermain lebih disiplin untuk menjaga keunggulan. Tekanan Laskar Sultan Agung akhirnya membuahkan gol pada menit ke-73. Sandi Samosir menyamakan skor menjadi 2-2 lewat sundulan, kembali dari skema sepak pojok.
Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir. Babak perpanjangan waktu pun gagal melahirkan gol tambahan, memaksa laga ditentukan melalui adu penalti.
Di momen penentuan itu, mental PSGC terbukti lebih siap. Dua penendang Persiba Bantul gagal mengeksekusi penalti, sementara empat algojo PSGC tampil dingin dan sukses menjalankan tugasnya. PSGC pun menang 4-2 dalam adu penalti.
Kemenangan dramatis ini mengantarkan PSGC Ciamis promosi ke Liga 2 musim 2026/2027, sekaligus memastikan posisi juara ketiga Liga Nusantara 2025/2026. Hujan, air mata, dan sorak sorai pun menjadi saksi keberhasilan Laskar Singacala menembus kasta kedua sepak bola Indonesia.(edo)




