![]() |
| Kondisi genangan air sudah masuk di wilayah Kubangpari |
inijabar.com, Ciamis – Hujan deras yang mengguyur tanpa henti memicu situasi darurat di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Sekitar pukul 17.00 WIB, tanggul Sungai Citalahab di Desa Sukahurip jebol dan tak mampu menahan lonjakan debit air.
Akibatnya, air sungai meluap dan mengalir deras ke wilayah sekitarnya. Arus air berwarna cokelat pekat tampak menghantam area persawahan dengan kekuatan besar.
Peristiwa mencekam tersebut terekam kamera ponsel Baehaki Efendi, anggota Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis yang tengah melakukan pemantauan di lokasi.
“Selamat sore, izin melaporkan dampak hujan deras di Pamarican sore ini. Tanggul Citalahab jebol dan kini mulai mengairi persawahan di Desa Sukahurip serta Desa Bangunsari,” ujar Baehaki dalam video yang direkam di tengah derasnya suara arus air.
Baehaki juga memperingatkan bahwa aliran air berpotensi meluas hingga memasuki kawasan permukiman warga, khususnya di wilayah Kubangpari dan Blok Sumber.
Jebolnya tanggul membuat air bah langsung menerjang hamparan persawahan di Desa Bangunsari. Selain mengancam gagal panen, luapan air yang tak terkendali kini bergerak menuju wilayah Blok Sumber.
Kepanikan dirasakan warga sekitar bantaran sungai. Salah seorang warga Desa Bangunsari, Asep (45), mengaku terkejut melihat air tiba-tiba meluap dengan cepat.
“Tadinya cuma hujan biasa, tapi tiba-tiba air naik cepat banget. Sawah saya langsung tergenang, nggak sempat diselamatkan,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Yani (38), yang rumahnya berada tak jauh dari aliran sungai.
“Kami sudah siap-siap kalau air masuk ke rumah. Barang-barang penting sudah diamankan, takut hujan turun lagi,” ujarnya dengan nada cemas.
Baehaki menegaskan, tim Tagana bergerak cepat dengan memperketat penjagaan di titik-titik rawan. Koordinasi antar-relawan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi warga apabila debit air kembali meningkat.
“Untuk saat ini air masih di area pertanian, tapi kami siaga penuh. Kalau hujan susulan turun, risikonya bisa langsung ke pemukiman,” tegasnya.
Tim Tagana bersama relawan lainnya masih melakukan pemantauan intensif di sepanjang aliran Sungai Citalahab. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diimbau tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Hingga berita ini disusun, petugas masih berjaga di lokasi sambil mendata kerusakan akibat jebolnya tanggul sungai tersebut.(*)




