Mitra Orphys Sports Clinic Berikan Layanan Kesehatan Atlit Kota Bekasi di Porprov Jabar 2026

Redaktur author photo
Kesepakatan kerjasama dengan Mitra Orphys Sport Clinic dalam layanan kesehatan pada atlit Kota Bekasi di Porprov 2026

inijabar.com, Kota Bekasi - Kota Bekasi memperkuat persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, dengan menggandeng layanan kesehatan profesional untuk atlet, agar kontingen Bekasi tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga meraih prestasi maksimal.

Kerja sama layanan kesehatan atlet antara Mitra Orphys Sports Clinic (MOSC) dan KONI Kota Bekasi, ditandatangani di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, sebagai bagian dari strategi membangun sistem pendampingan medis atlet yang modern, terintegrasi, dan berbasis sport science.

Hadir dalam agenda tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, Arwani, yang mengatakan dukungan medis profesional merupakan fondasi penting, untuk memastikan atlet tampil maksimal di kandang sendiri.

"Sebagai tuan rumah, kita tidak hanya ingin sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses prestasi. Dukungan medis yang terstruktur dan modern menjadi kunci agar atlet kita bertanding dalam kondisi prima dan siap bersaing," ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Diketahui, Porprov XV Jawa Barat 2026 akan berlangsung pada 7-20 November 2026. Kota Bekasi menjadi tuan rumah bersama Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, serta Kabupaten Sumedang sebagai tuan rumah pendukung.

Sementara itu, Direktur Mitra Keluarga Cibubur, dr. Sri Widiyaningsih, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis, dalam menjaga kondisi atlet mulai dari pencegahan cedera hingga pemulihan penuh.

"Kami memastikan atlet memperoleh penanganan dari fase awal cedera hingga rehabilitasi penuh. Tujuannya jelas, atlet pulih dengan benar dan kembali bertanding dengan kesiapan fisik optimal," kata dr. Sri.

Di tempat yang sama, Regional Direktur MOSC, dr. Arina, menjelaskan bahwa layanan yang diberikan dirancang sebagai sport injury terpadu, melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengurangan nyeri, tetapi juga memastikan atlet pulih secara aman sebelum kembali bertanding.

"Kekuatan MOSC ada pada pendekatan terintegrasi, mulai dari asesmen kondisi, perencanaan terapi, rehabilitasi bertahap, hingga program penguatan yang terukur," ungkap dr. Arina.

Menurut dr. Arina, fokus utama juga diarahkan pada pencegahan cedera dan return-to-play yang aman, agar risiko cedera berulang dapat ditekan.

Selain itu, Dokter spesialis ortopedi konsultan cedera olahraga, dr. IGM Febry Siswanto, menyoroti bahwa cedera otot, tendon, dan sendi menjadi kasus dominan di berbagai cabang olahraga. Ia mengingatkan, bahwa pemulihan tidak boleh hanya berdasarkan rasa sakit yang hilang.

"Protokol terpenting adalah rehabilitasi bertahap dan terukur, bukan sekadar atlet sudah tidak merasakan sakit. Return to play harus berbasis evaluasi fungsional meliputi kekuatan, stabilitas, dan performa agar risiko kambuh bisa diminimalkan," pungkas dr. Febry.

Dengan kerja sama tersebut, Kota Bekasi membangun fondasi sistem kesehatan olahraga yang profesional dan berkelanjutan, agar dapat mendukung atlet meraih prestasi optimal, tidak hanya di Porprov XV Jawa Barat 2026, tetapi juga di kompetisi level nasional ke depannya. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini