![]() |
| Toko prabot dan plastik |
inijabar.com, Subang- Direktur Public Private Partnership for Sustainable Plastic and Waste Management, Veera Kwanloetchit, mengatakan, harga bahan baku plastik berbasis minyak bumi mengalami kenaikan signifikan.
Bahan seperti polyethylene, polypropylene, dan low density polyethylene tercatat meningkat sekitar 30 hingga 40 persen.
Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya produksi kemasan, termasuk untuk pembungkus makanan, botol minuman, hingga produk perawatan tubuh.
Veera menyebut skenario terburuk dapat terjadi apabila produsen tidak memperoleh bahan baku secara memadai.
Gangguan logistik global juga memicu lonjakan harga bahan baku dalam waktu singkat, dengan plastik naik dari 1.100 dolar AS per ton menjadi 1.400 dolar AS dan berpotensi menyentuh 1.600 dolar AS. Sementara itu, nafta naik dari 600 dolar AS menjadi 800 dolar AS dan mendekati 900 dolar AS.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Pemkab Subang, M.Irwan membenarkan dampak dari gangguan pasokan rantau global menjadikan garga plastik polos untuk wadah makanan dari Rp30rb-Rp35rb menjadi Rp40rb-Rp50rb per kilogramnya.
”Kenaikan nya tinggi, saat kami melakukan pengecekan di berbagai pasar tradisional,”katanya.(*)




