![]() |
| Pantai Santolo Garut Selatan |
inijabar.com, Subang - Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) angkat bicara terkait maraknya pungutan liar (pungli) di kawasan wisata pantai selatan Garut, khususnya Pantai Santolo dan Pantai Sayangheulang.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Garut beserta seluruh jajaran segera menertibkan praktik tersebut.
Menurut Dedi, keluhan wisatawan terkait banyaknya pungutan saat memasuki kawasan pantai telah berulang kali terjadi dan tidak boleh terus dibiarkan.
![]() |
| Tiket resmi dan tidal resmi total Rp45 ribu per motor di Pantai Sayangheulang |
“Tolong beresin (pungli) yah, jangan bikin malu Jawa Barat. Masuk pantai jangan terlalu banyak pungutan akibatnya orang marah-marah sehingga keluar kata-kata yang tidak pantas. Marahnya memang tidak pantas, tetapi penyebab kemarahannya pun perkara yang tidak pantas,” ujar KDM. Sabtu (27/3/2026)
KDM menegaskan, penanganan persoalan di tingkat daerah seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat, tanpa harus menunggu intervensi gubernur.
“Karena cerita pungutan di Pantai Santolo terus-terusan terjadi. Kan tidak bagus kalau harus ditangani oleh gubernur, karena sudah ada camat, kepala desa, bupati, wakil bupati. Bahkan wakil bupatinya mantu saya sendiri. Tolong diberesin,” tegasnya.
Dedi juga mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, karena dapat merusak citra pariwisata Jawa Barat dan menurunkan minat kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.(jang)





