![]() |
| Para peserta saat menyusuri sepadan sungai Ciliwung untuk aksi bersih-bersih |
inijabar.com, Depok – Peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret, dilaksanakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Depok (Perseroda) dengan kegiatan Lomba Susur Sungai dan Aksi Pungut Sampah, di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, Kota Depok, Senin (30/3/2026).
Aksi bersih-bersih sungai dengan menempuh jarak 12 kilometer tersebut diikuti sebanyak 180 orang peserta dengan 45 perahu karet yang terdiri dari pegawai Tirta Asasta Depok, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), aktivis lingkungan, pelajar, dan masyarakat umum lainnya.
Direktur Utama PT. Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian dalam memperingati Hari Air Sedunia. Kata dia, kali ini pihaknya mengemas peringatan tersebut melalui kegiatan susur sungai dan perlombaan bersih-bersih sampah di aliran dan bantaran sungai Ciliwung.
“Kita lombakan, alhamdulillah total sampah yang terkumpul pada hari ini kurang lebih mencapai 10,8 ton. Dengan diikuti total 180 orang peserta sebanyak 45 perahu ada 12 perahu dari eksternal dan sisanya dari Forkopimda dan internal PDAM sendiri,” ujar M. Olik Abdul Holik kepada awak media usai kegiatan Lomba Susur Sungai dan Aksi Pungut Sampah, di kawasan Pocin, Beji, Kota Depok, Senin (30/3/2026).
Selama kegiatan berlangsung, Olik menyebut para peserta diajak menyusuri sungai Ciliwung dengan perahu karet sejauh 12 kilometer dengan jarak tempuh sekitar 2,5 jam yang dimulai dari basecamp Sahabat Ciliwung, Jalan Juanda hingga berakhir di SMP Negeri 34, Pondok Cina, Kota Depok.
“Susur sungainya kurang lebih 12 kilometer dan jarak tempuhnya itu kurang lebih 2,5 jam ya,” terangnya.
Dia menjelaskan, juara satu dari lomba itu berhasil diraih dari tim mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, sementara juara duanya dari organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Pamulang dan juara tiga diraih tim siswa SMP Negeri 34 Kota Depok.
“Pemenangnya pun bermacam-macam ya, karena kebetulan pesertanya tadi juga bermacam-macam. Untuk hadiahnya sendiri, juara satunya itu mendapatkan Rp 3 juta, dan juara dua Rp 2 juta dan ketiganya Rp 1 juta,” jelasnya.
Olik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam terutama sungai. Kerena menurutnya, sungai menjadi bagian penting yang merupakan dari sumber pengolahan air bersih.
“Ayo sama-sama kita menjaga kelestarian alam, terutama sungai. Apa lagi untuk kami (Tirta Asasta Depok-RED), sungai itu menjadi bagian paling penting, karena itu menjadi sumber air baku kami, sumber pengolahan kami. Jadi kegiatan kali ini pun kurang lebih tujuan intinya adalah untuk menjaga kelestarian sumber air,” bebernya.
Sebagaimana diketahui untuk mencukupi kebutuhan pelanggan di seluruh instalasi, PDAM Tirta Asasta Depok kini telah memproduksi air baku sebanyak 1.000 liter dalam setiap per detik yang bersumber dari aliran air dua sungai yakni Ciliwung dan Angke.
Melalui kegiatan susur sungai dan aksi pungut sampah, pihaknya berharap ini dapat mengurangi volume sampah terutama di sungai. Serta menambah kesadaran masyarakat tentang bahayanya terhadap dampak pembuangan sampah yang bukan pada tempatnya.
“Menambah kesadaran masyarakat, bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak bagus. Dan mudah-mudahan membersihkan sampah ini juga bukan hanya di momen-momen seperti ini saja. Ke depan bisa lebih sering lagi untuk membuat kegiatan serupa,” tandasnya. (Risky)




