![]() |
| Wisatawan maupun pendaki padati wisata Gunung Ciremai |
inijabar.com, Kuningan- Momen libur lebaran dimanfaatkan ratusan warga untuk berwisata alam. Seperti di kawasan pendakian Gunung Ciremai Palutungan, tampak dipadati pendaki maupun wisatawan.
Para pengunjung terlihat memadati jalur pendakian. Sebagian pendaki memilih beristirahat di Pos 1 Cigowong untuk melakukan pengecekan bekal sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Sementara itu, tidak sedikit wisatawan yang hanya datang untuk menikmati keindahan alam di sekitar Pos 1 Cigowong.
Pos 1 saat ini tidak hanya menjadi tempat istirahat pertama pendakian, tetapi menjadi obkek wisata baru yang banyak dikunjungi masyarakat. Cigowong dikenal memiliki panorama hutan yang asri yang difasilitasi kuliner fan tempat kumpul keluarga atau rombongan.
Dandi Bahtiar, salah seorang pengunjung merasa senang bisa menikmati alam Gunung Ciremai ditengah kepadatan pengunjung. Baginya, destinasi alam terbuka menjadi prioritas untuk mengisi hari libur.
“Senang bisa menikmati alam yang asri ini. Kebetulan baru kali ini saya bisa menjelajahi Gunung Ciremai,” ujarnya kala diwawancarai oleh inijabar.com Jum'at (27/3/2026).
Sementara itu, Pengelola Gunung Ciremai, Sandi, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung mengalami lonjakan signifikan sejak jalur pendakian kembali dibuka pada 22 Maret 2026. Menurutnya, antara pendaki Ciremai dan pengunjung Cigowong atau wisatawan hiking jumlahnya seimbang.
”Sejak dibuka kembali, jumlahnya meningkat cukup tajam. Sekarang hampir seimbang, sekitar 500 orang pendaki dan 500 orang untuk hiking,” jelasnya.
Meski momen libur panjang, menurutnya, tarif tiket tidak ada perubahan dari biasanya. Tiket hiking dipatok Rp30.000 per orang, sementara untuk pendaki dikenakan biaya total Rp120.000 dengan rincian Rp50.000 untuk PNBB, Rp20.000 untuk layanan kesehatan, dan Rp50.000 untuk pemberdayaan.
”Tiket sama kaya hari-hari biasanya,” katanya.
Lonjakan pengunjung itu menunjukkan bahwa wisata alam, khususnya Gunung Ciremai, masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan libur lebaran, baik sekadar menikmati keindahan alam maupun menyalurkan hobi mendaki.(Rojik)




