Bandung Darurat Sampah, Pengangkutan Disetop 3 Hari Warga Dilarang Buang Sampah ke TPS

Redaktur author photo
Sampah di TPA Sarimukti

inijabar.com, Kota Bandung – Status darurat sampah terjadi di setelah Pemerintah Kota (Pemkot) resmi menghentikan sementara layanan pengangkutan sampah selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 1–3 Mei 2026.

Kebijakan ini diambil karena kuota pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti telah mencapai batas maksimal sejak Kamis, 30 April 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan , menegaskan bahwa kondisi ini membuat pengangkutan sampah tidak memungkinkan dilakukan sementara waktu.

“Kuota pengangkutan sampah kita untuk hari ini habis. Jumat, Sabtu, Minggu kita tidak bisa melakukan pengangkutan lagi,” ujarnya di Balai Kota Bandung. Jumat (1/5/2026)

TPS Ditutup Total, Warga Dilarang Buang Sampah

Seiring dengan penghentian layanan, seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah Kota Bandung resmi ditutup mulai Kamis malam.

Pemkot mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke TPS selama masa penghentian guna menghindari penumpukan yang semakin parah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya darurat untuk mengendalikan volume sampah yang tidak lagi dapat dikirim ke TPA.

Lurah Diminta Aktif, Warga Harus Kelola Sampah Mandiri

Pemkot Bandung juga menginstruksikan seluruh lurah agar segera berkoordinasi dengan RT dan RW untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.

menekankan pentingnya peran masyarakat dalam situasi ini.

“Semua lurah harus berkoordinasi dengan RW untuk melakukan pengolahan lebih intensif. TPS sudah kita tutup, jadi tidak bisa lagi membuang sampah ke sana,” tegasnya.

Beberapa langkah yang didorong selama masa darurat ini antara lain:

Pemilahan sampah organik dan anorganik

Pengolahan mandiri seperti komposting

Pengurangan sampah rumah tangga

Dampak ke Warga: Potensi Penumpukan dan Bau Menyengat

Penghentian pengangkutan sampah ini berpotensi menimbulkan dampak langsung bagi warga, terutama:

  • Penumpukan sampah di lingkungan permukiman
  • Munculnya bau tidak sedap
  • Risiko kesehatan akibat limbah domestik

Kondisi ini juga menjadi peringatan serius terkait kapasitas pengelolaan sampah di Kota Bandung yang semakin terbatas.

Krisis Sampah Bandung, Perlu Solusi Jangka Panjang

Situasi darurat ini kembali menyoroti pentingnya solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah, mulai dari:

  • Penambahan kapasitas TPA
  • Penguatan program daur ulang
  • Edukasi pengurangan sampah dari sumber

Tanpa langkah strategis, kondisi serupa berpotensi terulang di masa mendatang. bandung darurat sampah.(novi)

Share:
Komentar

Berita Terkini