inijabar.com, Kota Bekasi – Polemik kedatangan pria berinisial G yang menemui tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Juhasan (JAS), di Lapas Kelas IIA Bekasi akhirnya mendapat penjelasan dari pihak lapas.
Staf Bagian Umum Lapas Kelas IIA Bekasi, Arif, mengakui mengenal oknum G. Pengakuan itu disampaikan saat menemui awak media di Lapas Kelas IIA Bekasi, Jumat (31/7/2026).
"Saya kenal G saat ada acara di Pemkot Bekasi kurang dari setahun lalu," ujar Arif.
Namun, Arif menegaskan hubungan tersebut sebatas pertemanan dan tidak memiliki kaitan bisnis maupun kerja sama dengan pihak Lapas.
"G itu tidak ada kerja sama apa pun, termasuk bisnis dengan Lapas. Jadi murni pertemanan dan alasan kemanusiaan makanya saya bantu mempertemukan," katanya.
Pertemuan Disebut Atas Dasar Kemanusiaan
Menurut Arif, saat itu G datang menemuinya dan menjelaskan ingin bertemu seorang tahanan bersama istri tahanan tersebut.
Arif mengaku tidak mengetahui bahwa tahanan yang dimaksud adalah mantan Kabid Pasar Kota Bekasi, Juhasan.
"Waktu itu G menemui saya dan menjelaskan ada temannya yang ditahan di Lapas. Ia meminta agar istri JAS bisa bertemu dengan suaminya. Saya juga tidak tahu kalau itu tahanan seorang Kabid Pasar. Karena alasannya kemanusiaan dan tahanan sedang sakit, saya bantu," jelasnya.
Ia menambahkan, G juga menyampaikan ingin menitipkan obat mata kepada Juhasan.
"Kalau kita persulit, kasihan. Jadi kami izinkan karena ingin menitip obat dan alasannya kemanusiaan," ujarnya.
Tak Tahu Status Oknum G
Arif menegaskan dirinya tidak mengetahui apakah G merupakan aparat penegak hukum atau bukan.
"Saya tidak tahu statusnya. Saya hanya kenal sebagai relasi, bukan pegawai atau institusi penegak hukum," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa Lapas memiliki mekanisme penerimaan tamu, termasuk kategori tamu dinas. Dalam kondisi tertentu yang dianggap mendesak, pelayanan dapat diberikan dengan pertimbangan kemanusiaan sesuai aturan yang berlaku.
Bantah Ada Hubungan Khusus
Arif juga membantah berbagai spekulasi yang berkembang mengenai hubungan dirinya dengan G.
Menurutnya, G bukan pemasok makanan Lapas maupun pihak yang memiliki hubungan kerja dengan lembaga pemasyarakatan tersebut.
"Saya komunikasi dengan G hanya sebatas kenal saat ada kegiatan di Pemkot Bekasi. Dia juga bukan supplier makanan Lapas," tegasnya.
Singgung Dugaan Pengancaman
Terkait mencuatnya dugaan pengancaman terhadap Juhasan, Arif mengaku baru mengetahui informasi tersebut belakangan.
Ia mengaku sempat menghubungi istri Juhasan untuk meminta klarifikasi.
Menurut Arif, istri Juhasan membenarkan bahwa G sempat melakukan pendampingan terhadap suaminya. Dalam percakapan lanjutan, istri Juhasan juga menyebut G mengajak bertemu seseorang di luar Lapas yang disebut berkaitan dengan "Bu Kadis".
Meski demikian, Arif menegaskan dirinya tidak ikut dalam pertemuan tersebut karena peristiwa itu terjadi setelah urusan di Lapas selesai.
"Saya tidak bisa mengontrol ucapan ataupun tindakan orang lain hanya karena saya mengenalnya. Di dalam instansi pemerintah kita profesional saja," pungkas Arif.
Hingga kini, polemik terkait pertemuan oknum G dengan Juhasan masih menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul dugaan adanya intimidasi dan upaya memengaruhi tahanan dalam perkara yang sedang bergulir.(*)



