Baznas Kota Bekasi Salurkan Bantuan Rp 1,06 Miliar untuk 1.761 Mustahik

Redaktur author photo
Foto bersama dalam acara Merdeka Berbagi Baznas Kota Bekasi.

inijabar.com, Kota Bekasi - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi menggelar program 'Merdeka Berbagi', dengan menyalurkan bantuan senilai total Rp 1.069.830.000, kepada 1.761 penerima manfaat (mustahik) di Pendopo Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (11/8/2026).

Penyaluran bantuan ini mencakup sepuluh program utama, antara lain santunan kematian, bantuan biaya hidup, alat bantu kesehatan, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), layanan kesehatan, sembako dhuafa, penderitaan pendidikan, gerobak UMKM, bantuan lansia tunggal, hingga beasiswa S1.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi diversifikasi program Baznas yang tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga menyasar pemberdayaan ekonomi dan pendidikan masyarakat secara merata.

"Item bantuannya semakin banyak, tidak sekadar memberikan sembako. Ada pemberdayaan ekonomi, kesehatan menuju Kota Bekasi sehat, rutilahu, hingga Bekasi Cerdas melalui program beasiswa satu sarjana satu kecamatan," ujar Tri usai acara penyerahan bantuan.

Tri menambahkan, saat ini sudah ada sekitar 49 mahasiswa di Kota Bekasi yang ter-cover program beasiswa S1 dari Baznas. Langkah ini dinilai selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi.

Untuk memenuhi target penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp 32 miliar dari Baznas Pusat, Pemkot Bekasi bersama Baznas terus mengoptimalkan kolaborasi dengan sektor swasta melalui prinsip transparansi.

"Hari ini sudah ada perusahaan swasta di bidang IT yang mempercayakan pengolahan zakatnya ke Baznas. Kuncinya ada pada transparansi dan keterbukaan, sehingga muzaki yakin dana mereka tepat sasaran dan menjadi penopang pembangunan yang berkelanjutan," kata Tri.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bekasi Sudarsono, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan skala besar di Pendopo Pemkot Bekasi merupakan agenda rutin triwulanan, agar masyarakat penerima manfaat dapat mengenal lebih dekat jajaran pemerintah daerah dan pengelola amil zakat.

"Setiap hari dan minggu kami membuka pelayanan reguler di kantor. Namun, secara per triwulan kami gelar di Pendopo untuk menunjukkan bahwa pengelolaan dana umat dilakukan secara transparan, akuntabel, serta memenuhi prinsip 3A: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," tutur Sudarsono.

Sudarsono mengungkapkan, potensi penerimaan zakat saat ini masih didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMD sebesar 90 persen, sedangkan 10 persen sisanya berasal dari sektor retail non-ASN.

"Pelaku usaha juga diberikan kebebasan memilih menyalurkan zakatnya pada program yang mereka minati, selama sesuai dengan ketentuan delapan asnaf. Misalnya, ada perusahaan yang menyalurkan zakat Rp 70 juta khusus untuk pengadaan 10 gerobak UMKM dan 20 alat kesehatan," jelas Sudarsono.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, salah satunya Isah Musdalifah (51), warga Pengasinan, Rawalumbu, yang menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp 750.000. Ia mengaku, proses pengajuan bantuan tergolong mudah dan tidak menyulitkan masyarakat kecil.

"Proses pengajuannya tidak rumit, cuma minta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) saja. Sangat membantu sekali," kata Isah di lokasi acara.

Perempuan yang sehari-hari berdagang kecil-kecilan ini, berencana menggunakan dana bantuan tersebut sebagai modal tambahan, untuk mengembangkan usahanya.

"Uangnya mau dipake buat modal dagang lagi. Harapannya program ini bisa terus berlanjut karena benar-benar membantu rakyat seperti saya," pungkas Isah.

Penyaluran bantuan melalui program Merdeka Berbagi ini, diharapkan menjadi stimulus bagi pengentasan kemiskinan, serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat rentan di Kota Bekasi. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini