![]() |
| Bupati Garut Abdusy Syukur Amin |
inijabar.com, Garut – Kabar baik bagi masyarakat Garut Selatan. Pemerintah Kabupaten Garut memastikan perbaikan Jalan Banjarwangi segera memasuki tahap pelaksanaan setelah pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp42 miliar melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengungkapkan, perjuangan memperbaiki ruas Jalan Banjarwangi telah dimulai sejak 2025 melalui pengusulan bantuan IJD ke Kementerian Pekerjaan Umum dengan dukungan anggota DPR RI Imas Aan Ubudiah dan Ade Ginanjar.
Usulan senilai hampir Rp80 miliar itu sempat memperoleh persetujuan awal. Namun, pelaksanaannya tertunda karena terdapat sejumlah titik yang dinilai masih rawan bencana sehingga dikhawatirkan tidak dapat diselesaikan dalam batas waktu pengerjaan yang hanya empat bulan.
"Karena ada beberapa titik yang masih berpotensi bencana, jadi pada awalnya sudah oke. Tetapi waktunya sangat terbatas, hanya empat bulan. Kalau harus memperbaiki jalan yang rawan bencana tentu akan memakan waktu lebih lama," ujar Syakur usai menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Garut di Gedung Islamic Centre, Sabtu (15/8/2026).
APBD Garut Digunakan Siapkan Jalan
Agar memenuhi syarat program IJD, Pemkab Garut mengalokasikan Rp5 miliar dari APBD 2026 untuk menangani titik-titik rawan sekaligus mempersiapkan kondisi teknis ruas jalan.
Menurut Syakur, langkah tersebut dilakukan agar ketika pemerintah pusat kembali membuka program IJD, Jalan Banjarwangi sudah siap dikerjakan.
"Makanya pada tahun 2026 kita lakukan perbaikan itu supaya ketika ada program IJD lagi kita sudah siap. Karena itu kita mengalokasikan Rp5 miliar," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak bisa memusatkan seluruh anggaran pada satu ruas jalan karena masih banyak infrastruktur lain di Kabupaten Garut yang juga membutuhkan perbaikan.
Lelang Berjalan, Proyek Dimulai September
Setelah melalui proses pengawalan ke pemerintah pusat, anggaran IJD akhirnya resmi dialokasikan pada Agustus 2026 dengan nilai sekitar Rp42 miliar.
Saat ini proyek memasuki tahap lelang. Penandatanganan kontrak ditargetkan berlangsung pada akhir Agustus, sedangkan pekerjaan fisik akan dimulai pada September 2026.
Untuk mengejar target penyelesaian dalam waktu empat bulan, pekerjaan akan dilakukan secara paralel dari dua sisi ruas jalan, yakni bagian depan dan belakang.
Beton 40 Sentimeter Jadi Standar
Syakur menegaskan, Pemkab Garut akan mengawal kualitas pekerjaan agar sesuai standar pemerintah pusat, termasuk penggunaan konstruksi beton setebal 40 sentimeter demi menjamin ketahanan jalan dalam jangka panjang.
"Kenapa saya ingin fokus pemerintah pusat, karena standar pemerintah pusat tinggi. Betonnya 40 sentimeter, bagus. Kita ingin membangun jalan yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang," tegasnya.
Dengan dimulainya proyek ini, masyarakat Banjarwangi diharapkan segera menikmati akses jalan yang lebih aman, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga di wilayah Garut Selatan.(jang)



