Gunakan Alat Berat, Tumpukan Sampah Kali Kapuk Kota Bekasi Dikeruk

Redaktur author photo
Pengerjaan pematusan di Kali Sasak, menggunakan ekskavator.

inijabar.com, Kota Bekasi - Tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sasak Kali Kapuk, Jalan Kaliabang Bungur, Kota Bekasi, akhirnya dibersihkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Rabu (12/8/2026).

Langkah tersebut diambil, untuk mengantisipasi potensi pendangkalan dan banjir, di wilayah perbatasan Kecamatan Bekasi Utara dan Medan Satria.

Dalam aksi tanggap darurat tersebut, kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, menerjunkan satu unit ekskavator serta belasan truk sampah ke lokasi kejadian.

Petugas gabungan tak hanya mengeruk sampah domestik yang menyumbat aliran air, tetapi juga merapikan rumput liar serta dahan pohon yang merusak pemandangan di sepanjang bantaran kali.

Kepala UPTD Kebersihan Bekasi Utara, Dedin Supriyadi, menjelaskan bahwa penanganan lintas wilayah ini ditujukan untuk mempercepat proses normalisasi Kali Kapuk, agar sampah terangkut secara optimal.

"Kami dari Dinas Lingkungan Hidup Bekasi Utara bersama DBMSDA Kota Bekasi melakukan bersih-bersih Kali Kapuk. Untuk armada kita perbantukan dengan Medan Satria agar sampah tersebut dapat diangkat sesuai target," ujar Dedin di lokasi pengerukan, Rabu (12/8/2026).

Dedin menyebutkan, pengerukan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi medan lapangan. Selain melancarkan aliran air, pembersihan vegetasi liar di sekitar sungai, diharapkan membuat lingkungan permukiman warga menjadi lebih terang, bersih, dan tertata rapi.

"Pembersihan disesuaikan dengan situasi di lapangan. Yang jelas untuk target penanganan, insyaallah secepatnya selesai," kata Dedin.

Kendati Pemkot Bekasi telah mengerahkan alat berat dan armada pengangkut dalam jumlah besar, Dedin menegaskan, bahwa langkah penindakan di hilir tak akan berdampak panjang tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat di hulu.

Ia menyayangkan masih maraknya kebiasaan buruk sebagian warga, yang menjadikan aliran sungai sebagai tempat pembuangan akhir.

"Persoalan ini tidak cukup hanya diselesaikan dengan mengerahkan armada dan petugas. Kami mengajak masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan, apalagi di kali, kemudian juga membakar sampah," tegas Dedin.

Lebih lanjut, Dedin mendorong warga Kota Bekasi untuk mulai membiasakan memilah sampah dari level rumah tangga. Menurutnya, limbah organik seperti sampah dapur, masih memiliki nilai guna dan peluang ekonomi jika dikelola secara benar.

"Mulailah untuk memanfaatkan sampah dari dapur menjadi nilai ekonomi," tutur Dedin.

Upaya edukasi ini menjadi perhatian krusial Pemkot Bekasi. Pasalnya, tanpa kesadaran bersama menjaga lingkungan, pembersihan aliran Kali Kapuk yang dilakukan petugas dipastikan hanya menjadi solusi jangka pendek yang terus berulang. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini