![]() |
| Bantuan air bersih dari PDAM Tirta Galuh |
inijabar.com, Ciamis- Bencana kekeringan akibat musim kemarau terus meluas di Kabupaten Ciamis. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis bersama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Galuh memperkuat kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi ribuan warga yang terdampak.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis per 26 Agustus 2026, kekeringan kini telah menjangkau 16 kecamatan, 27 desa, dan 44 dusun.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan sebanyak 4.600 kepala keluarga (KK) atau sekitar 11.972 jiwa kini mengalami krisis air bersih.
"BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dunia usaha, dan PDAM untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi," ujar Ani, Kamis (27/8/2026).
16 Kecamatan Terdampak Kekeringan
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Tambaksari, Banjaranyar, Banjarsari, Cimaragas, Cisaga, Panawangan, Kawali, Jatinagara, Lumbung, Cidolog, Cikoneng, Ciamis, Pamarican, Purwadadi, hingga Cihaurbeuti.
BPBD mencatat puluhan dusun di wilayah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya debit sumber mata air selama musim kemarau.
PDAM Tirta Galuh Jadi Penyuplai Terbesar
Untuk mengatasi krisis tersebut, distribusi air bersih dilakukan secara masif dengan melibatkan berbagai unsur.
Hingga Kamis (27/8/2026), total bantuan yang telah disalurkan mencapai 142 tangki air bersih.
Kontribusi penyaluran air bersih antara lain:
PDAM Tirta Galuh: 228.000 liter
BPBD Ciamis: 170.000 liter
BRI Ciamis (CSR): 100.000 liter
PMI: 95.000 liter
Bank BJB Ciamis (CSR): 55.000 liter
MDMC: 24.000 liter
BBWS Citanduy: 10.000 liter
Komunitas Vespa: 10.000 liter
Polres Ciamis: 5.000 liter
Samsat Ciamis: 5.000 liter
Yogya Ciamis: 5.000 liter
Kodim 0613/Ciamis: 4.000 liter
Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi langkah cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Distribusi Air Bersih Terus Berlanjut
Ani menegaskan BPBD akan terus melakukan pengiriman air bersih secara berkala ke seluruh titik terdampak.
"Distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan. Kami selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan PDAM agar masyarakat yang mengalami krisis air bersih tetap mendapatkan pelayanan," tegasnya.
Pemerintah berharap sinergi antara BPBD, Pemkab Ciamis, PDAM Tirta Galuh, TNI-Polri, relawan, serta perusahaan melalui program CSR mampu meminimalkan dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama musim kemarau.(edo)



