![]() |
| Walikota Bandung Muhammad Farhan |
inijabar.com, Kota Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengambil langkah tegas untuk mencegah kembali terjadinya penggembokan gerbang SD Negeri 026 Bojongloa di Jalan Cibaduyut, Kelurahan Kebon Lega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.
Farhan memerintahkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) melakukan patroli selama 24 jam di sekitar sekolah. Langkah tersebut dilakukan setelah gerbang sekolah sempat digembok oleh pihak ahli waris pada Kamis (6/8/2026).
Akibat penggembokan tersebut, sebanyak 945 siswa SDN 026 Bojongloa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dan terpaksa kembali ke rumah.
Namun, pada Jumat (7/8/2026), aktivitas pembelajaran di sekolah tersebut telah kembali normal.
Saat meninjau langsung SDN 026 Bojongloa, Farhan menegaskan tidak boleh ada lagi aksi penggembokan sekolah.
"Saya minta Camat bersama Forkopimcam patroli 24 jam di depan sekolah, tidak boleh ada penggembokan lagi. Kalau ada upaya penggembokan lagi telepon saya langsung, telepon saya nyala 24 jam," ujar Farhan, Jumat (7/8/2026).
Farhan menegaskan pemerintah kota akan memastikan sekolah tetap dapat digunakan untuk kegiatan belajar siswa.
"Kita akan pastikan tidak boleh ada sekolah yang digembok," tegasnya.
Sengketa Lahan SDN 026 Bojongloa
Persoalan penggembokan tersebut tidak terlepas dari sengketa kepemilikan lahan sekolah yang telah berlangsung cukup lama.
Perkara tersebut bahkan bergulir hingga tingkat peninjauan kembali (PK) pada 2022. Dalam proses hukum tersebut, Pemerintah Kota Bandung dinyatakan kalah sehingga lahan yang digunakan SDN 026 Bojongloa menjadi milik ahli waris dari keluarga Hamim.
Meski demikian, Farhan meminta pihak ahli waris maupun masyarakat sekitar untuk mempertimbangkan kepentingan pendidikan ratusan anak yang bersekolah di lokasi tersebut.
"Jadi saya minta nih ya, kepada pewaris keluarga Hamim (tidak menggembok) dan juga warga di Bandung Kulon, Cibaduyut RW 2 membuka hati dan pikirannya agar membuka hati dan pikirannya untuk (mengizinkan) anak-anak ini bisa sekolah di sana," kata Farhan.
Menurut Farhan, keberadaan sekolah tersebut menyangkut kepentingan 945 siswa yang membutuhkan tempat untuk mendapatkan pendidikan.
Pemerintah Kota Bandung kini berupaya memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan sembari mengantisipasi potensi konflik kembali terjadi di lokasi sekolah.
Dengan adanya patroli Forkopimcam selama 24 jam, Pemkot Bandung berharap tidak ada lagi aksi penggembokan yang mengakibatkan ratusan siswa kehilangan haknya untuk mengikuti pembelajaran.(*)



